PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bantuan langsung tunai (BLT) rupanya berimplikasi terhadap progres vaksinasi. Belakangan masyarakat mulai banyak mengikuti suntikan antibodi korona gara-gara kepincut bantuan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Hendra Purwaka mengatakan, peningkatan capaian vaksinasi belakangan terbilang ’’lumayan’’. Dibandingkan sepekan sebelumnya yang hanya berkutat 2 persen untuk vaksin umum dosis pertama. Bahkan, dosis ketiga hanya menyentuh 5 persen. ‘’Tetapi sekarang ini vaksinasi lansia dosis ketiga saja cukup baik progresnya. Dari 3 naik 11 persen,’’ ujar Hendra.
Kondisi tersebut meyakinkan Hendra bahwa status PPKM kembali ke level 1 di akhir bulan nanti. Dinkes terus menempatkan gerai vaksin dadakan di tempat penyaluran bantuan. Termasuk vaksin malam di beberapa tempat keagamaan. ‘’Kami percepatan terus, tidak ada batasan. Baik dosis satu, dua, maupun tiga,’’ tegasnya.
Hendra berharap masyarakat lekas mendapatkan suntikan lanjutan. Baik dosis kedua maupun ketiga. Antisipasi masa jeda vaksin kadaluwarsa. Sebab, bila rentang vaksinasi melampaui batas waktu, masyarakat wajib suntik ulang. Terlebih vaksin dosis ketiga bakal diperuntukkan pemudik. ‘’Bagi pemudik silakan langsung datang ke pos vaksin di puskesmas. Pelayanannya sama, tidak dibedakan,’’ paparnya.
Dinkes berencana meningkatkan tracing dan testing guna mengantisipasi klaster penularan saat Lebaran. Imbauan taat protokol kesehatan juga terus dikumandangkan. ‘’Vaksin itu penting. Memang tidak mencegah seseorang dari potensi tertular korona. Setidaknya dapat mencegah tingkat keparahannya,’’ tutur Hendra. (gen/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto