PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Sejumlah pedagang hewan terpaksa balik kucing setibanya di Pasar Pahing, Sabtu (11/6). Pasar hewan di Ngadirojo itu resmi ditutup sementara guna mencegah persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) kian meluas.
Meski ditutup, belasan pedagang kambing tetap berjualan di area parkir. Mereka gamang jika harus pulang karena sudah telanjur sampai di pasar. Meski selama mangkal di pasar itu nyaris tak ada pembeli. Sehingga sebagian pedagang tidak menurunkan kambingnya dari bak mobil. ''Kami kaget, sesampainya di pasar sudah ada garis polisinya,'' ujar Jumikan, seorang pedagang hewan.
Jumikan tidak menduga jika pasar hewan mulai ditutup kemarin (10/6). Sepengetahuannya, penutupan itu baru dilangsungkan mulai hari ini (11/6) hingga 23 Juni mendatang. ''Penutupan ini tentu merugikan pedagang. Jelang Idul Adha biasanya pembelian meningkat,'' imbuhnya.
Petugas kesehatan di Ngadirojo tak menampik bahwa kemarin masih ada pedagang yang datang ke Pasar Pahing. Kurangnya sosialisasi membuat sebagian pedagang kecele. ''Sebagian pedagang yang tetap datang ke pasar kami minta pulang,'' kata Suratno, perwakilan Penyelia Dokter Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Kapolsek Ngadirojo Iptu Suyitno menjelaskan, penutupan pasar hewan dimulai sejak Kamis (9/6) malam oleh forkopimca setempat. Kepolisian turut memperketat pengawasan dan meminta pedagang yang datang putar balik. ''Aktivitas perdagangan hewan dihentikan semua. Jika ada pedagang di jalan, kami cek surat-suratnya. Jika nekat melanggar, bisa dipidana,'' tegasnya. (hyo/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto