PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Maraknya kasus siswa putus sekolah membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan gelisah. Sebanyak 31 siswa SMP memilih mengakhiri masa pendidikannya sebelum lulus. Bahkan, lima siswa SD memilih menyusul putus sekolah pada tahun ajaran lalu.
Kabid Pendidikan Dasar Dindik Pacitan Wahyono tengah mencari akar permasalahan kian melebarnya angka putus sekolah tersebut. Jika problemnya telah ditemukan, lantas berupaya membujuk pelajar yang bersangkutan agar bersedia kembali bersekolah. Minimal mengikuti pendidikan kejar paket. ‘’Kami berharap kerja sama dari sekolah dan masyarakat untuk menekan masalah ini,’’ ujarnya, Senin (13/6).
Wahyono menduga faktor ekonomi menjadi salah satu biangnya. Terlebih, merujuk kajian beberapa ahli, pandemi Covid-19 lalu membuat pendapatan sebagian masyarakat terpuruk. Di samping masalah kendurnya semangat siswa untuk kembali belajar di sekolah usai dua tahun terbiasa pembelajaran dalam jaringan (daring). ‘’Kita harus bangun kembali semangat belajar yang sempat tertidur ini demi kelangsungan masa depan mereka,’’ tegasnya.
Wahyono berharap orang tua menyadari pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya. Karenanya, harus mampu memberikan pemahaman yang matang tentang sekolah. Tiap sekolah juga proaktif melaporkan bila menjumpai siswa yang gelagatnya ingin putus sekolah. ‘’Usia sekolah harus kembali ke sekolah. Kami banyak sediakan bantuan beasiswa yang dapat diakses sewaktu-waktu,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto