PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kerap menjadi biang kemacetan, Pasar Bandar bakal ditata ulang. Dinas perdagangan dan tenaga kerja (disdagnaker) tengah menyiapkan anggaran Rp 2,7 miliar untuk menambah bangunan pasar tradisional guna menampung ratusan pedagang.
Kepala Disdagnaker Pacitan Sunaryo mengatakan, pembangunan gedung tambahan itu bakal dimulai pekan ini. Pekerjaannya ditarget rampung November. Bangunan satu lantai itu bakal ditempatkan persis di belakang pasar tradisional. Terhubung menjadi satu sehingga para pembeli tak pusing berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. ‘’Nanti lapaknya kami tata juga. Jadi, kalau mau cari daging nggak akan campur dengan pakaian,’’ ujarnya.
Sunaryo memproyeksikan gedung baru mampu menampung 150 pedagang yang terbagi dalam 25 kios dan telasaran. Penambahan fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Disdagnaker juga berencana mengubah jam operasional dari sekali sepekan menjadi buka 24 jam. ‘’Kalau sekarang memang masih pasaran, jadi nggak setiap hari buka. Nanti kalau pasarnya sudah bagus, bisa buka setiap hari,’’ terangnya.
Revitalisasi Pasar Bandar bukan tanpa alasan. Selain lokasinya yang strategis karena tak jauh dari kantor kecamatan, juga menjadi salah satu pasar lama di Pacitan. Keberadaannya layak dijadikan jujukan berbelanja masyarakat lokal hingga Ponorogo dan Wonogiri.
Pasar ini dikenal dengan komoditas empon-empon yang melimpah. ‘’Potensi di Pasar Bandar itu besar. Terbukti dari banyaknya pedagang yang sekarang tidak dapat tertampung. Jualannya bermacam-macam, utamanya palawija,’’ sebutnya. (gen/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto