Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Truk Pertamina Terperosok Saat Antre Bongkar BBM di SPBU Mentoro

Hengky Ristanto • Jumat, 9 September 2022 | 19:50 WIB
NYUNGSEP: Truk tangki pengangkut BBM milik Pertamina terperosok ke parit di depan SPBU Mentoro kemarin (8/9). (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PACITAN)
NYUNGSEP: Truk tangki pengangkut BBM milik Pertamina terperosok ke parit di depan SPBU Mentoro kemarin (8/9). (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Suasana antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Mentoro, Pacitan, berubah mencekam. Truk tangki Pertamina yang terparkir di sana tiba-tiba berjalan mundur tanpa penumpang. Setelah nyaris ‘’membokongi’’ pengguna jalan, kendaraan roda 14 itu akhirnya terperosok ke parit.


Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan Aiptu Jani Agus Siswanto mengatakan, kecelakaan tunggal itu berawal saat Nuraina Prastawa, 39, berangkat dari Depo Boyolali, Jateng, hendak mengisi pertalite di SPBU Dusun Krajan, Purworejo, Pacitan. Tiba di tempat kejadian sekitar pukul 10.05, warga Kecamatan Tulung, Klaten, Jateng, itu lantas meninggalkan truk bernopol N 9998 UH yang dikendarainya, sejenak untuk sarapan.


Nahas, belum lama ditinggal, truk berjalan mundur dan terperosok ke parit di seberang tempat pengisian bahan bakar. ‘’Sopir sedang menunggu truk tangki lainnya yang juga menurunkan BBM di SPBU itu. Akhirnya ditinggal sarapan,’’ terang Jani.


Polisi memastikan kecelakaan tunggal itu tak mengakibatkan kebocoran tangki muatan. Penyebab pastinya masih diselidiki lebih lanjut sembari menantikan Pertamina mengevakuasi kendaraan. ‘’Sebagian bodi truk melintang di tengah jalan. Arus lalu lintas kami atur supaya tidak menyebabkan kemacetan,’’ jelasnya seraya menaksir kerugian Rp 50 juta.


Nuraina Prastawa, sang sopir, memastikan kendaraan yang mengangkut 24 ribu liter pertalite itu ditinggalkan dalam keadaan normal. Pun rem terkunci dan tak ada tanda-tanda kerusakan selama perjalanan menuju Pacitan. Peristiwa itu dianggapnya janggal. ‘’Saya sampai di sini dari Boyolali untuk antre bongkar dan sudah stand by. Saya tinggal sarapan sekitar lima belas menitan, kok bisa mundur sendiri. Padahal belum ada yang pegang-pegang sama sekali. Di perjalanan aman-aman saja, tidak ada indikator tekanan angin naik turun,’’ bebernya. (gen/c1/fin)

Editor : Hengky Ristanto
#pertamina #kecelakaan truk #truk pertamina #Truk BBM #SPBU