PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan dosis vaksin anti-penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali terdistribusikan ke Pemkab Pacitan. Berbeda dari sebelumnya, vaksin dosis ketiga itu tak hanya disuntikkan bagi ternak sapi. Juga menyasar kambing dan domba. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Kus Handoko mengatakan, sebanyak 37.500 dosis vaksin PMK tiba Sabtu (10/9).
Suplai yang cukup besar itu bakal menyasar 40 persen (97 ribu) populasi sapi di Pacitan. ‘’Penyuntikan sudah kami mulai pekan ini. Kami prioritaskan dari populasi terbanyak di Bandar dan Nawangan,’’ ujarnya, Jumat (16/9).
Kus mengamini bahwa dropping ribuan dosis tersebut menimbulkan masalah baru bagi proses vaksinasi anti-PMK daerah. Maklum, saat ini bidangnya hanya memiliki 47 petugas suntik dan kesehatan hewan. Sementara jatah vaksin itu wajib dihabiskan sebelum November. Sebelum terdistribusi vaksin tahap keempat di bulan tersebut. ‘’Kami minta bantuan TNI, Polri, dan relawan kampus untuk membantu vaksinasi,’’ tuturnya.
Sasaran penyuntikan terhadap kambing maupun domba sifatnya tidak wajib. Saban peternak bakal ditawari terlebih dahulu. Kesempatan ini diharapkan tak disia-siakan. ‘’Kami harapkan dukungan dari peternak. Kalau petugas vaksin datang turut membantu prosesnya, jangan ditinggal ke sawah,’’ pintanya.
Hingga Rabu (14/9), setidaknya 518 ternak telah terjangkit PMK. Pun, 133 di antaranya dalam kondisi sakit. Sementara, 20 ekor tercatat mati, 6 potong paksa. ‘’Tingkat kesembuhan mencapai 359 ekor,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto