Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Biaya Listrik Tinggi, 63 Sumur Dalam di Pacitan Tak Berfungsi

Hengky Ristanto • Selasa, 20 September 2022 | 23:00 WIB
MANUAL: Salah seorang warga mengambil air dari sumur tradisional tak jauh dari rumahnya. (DOKUMEN JAWA POS RADAR PACITAN)
MANUAL: Salah seorang warga mengambil air dari sumur tradisional tak jauh dari rumahnya. (DOKUMEN JAWA POS RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Penduduk yang tinggal di zona rawan kekeringan, setetes air sangatlah berharga untuk memenuhi kebutuhan harian. Sayangnya, puluhan sumber air tak dapat berfungsi. Padahal, musim kemarau tak kunjung berakhir dan intensitas hujan belum normal.


Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mencatat, lebih dari 100 titik sumur dalam telah dibangun menyebar di sejumah wilayah. Namun, 63 di antaranya tak dapat lagi berfungsi. Bukan perkara debit sumur yang mengecil, justru sarana pemenuhan air baku gagal rawat seiring tingginya beban operasional. ‘’Utamanya listrik, ya. Jadi, pengelola tidak mampu bayar, akhirnya dibiarkan tak berfungsi,’’ ujarnya, Selasa (20/9).


DPUPR bakal menginventarisasi kembali keberadaan sumur dalam di Pacitan. Baik itu hibah pemkab maupun pemerintah pusat. Rencananya bakal dipasangi panel surya guna membantu operasional tanpa harus mengandalkan sambungan listrik. Sehingga kebutuhan air baku bagi masyarakat setempat tetap terpenuhi. ‘’Walaupun pakai panel surya, pengelola tetap harus rajin-rajin merawat agar bisa awet,’’ tuturnya.


Keberadaan sumur dalam, lanjut Suparlan, sejatinya menjadi salah satu solusi pengentasan kekeringan. Pacitan berada di tanah karst sehingga proyek pengairan ini tak mudah direalisasikan. Karenanya, unit yang ada layak dipertahankan. ‘’Kami berharap masalah kekeringan dapat diatasi secara permanen, tidak hanya kirim air,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Editor : Hengky Ristanto
#Biaya Listrik Tinggi #listrik #DPUPR Pacitan #Sumur Dalam #kekeringan #sumber air #zona rawan kekeringan