Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lekas Pulihkan Akses Transportasi Wonodadi Kulon

Hengky Ristanto • Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:00 WIB
INVENTARISASI: Wabup Gagarin mengecek kerusakan infrastruktur yang terdampak bencana alam. Pemkab menyiapkan solusi penanganan jangka pendek dan panjang. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PACITAN)
INVENTARISASI: Wabup Gagarin mengecek kerusakan infrastruktur yang terdampak bencana alam. Pemkab menyiapkan solusi penanganan jangka pendek dan panjang. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah langkah taktis mulai dipersiapkan merespons dampak bencana alam di awal pekan. Pemkab segera bergerak cepat melakukan penanganan jangka pendek. Sembari memetakan skala kerusakan untuk mendapatkan penanganan jangka panjang.


Wabup Pacitan Gagarin menuturkan, dampak hujan deras di awal pekan cukup hebat. Mengakibatkan beberapa aliran sungai tersumbat dan debit airnya meluap. Sehingga menyebabkan banyak infrastruktur rusak. ‘’Salah satunya jembatan di Ngadirojo yang roboh ini,’’ ujar Wabup saat mengecek lokasi bencana.


Gagarin menyatakan, jembatan yang ambrol itu memiliki fungsi cukup vital bagi masyarakat. Sebab, menjadi jalur penyeberangan utama bagi warga Desa Wonodadi Kulon, Ngadirojo. Jembatan yang terputus Senin (3/10) dini hari itu menghubungkan Ngadirojo dengan Sudimoro dan Ponorogo. ‘’Jembatan itu satu-satunya jalur yang digunakan masyarakat Wonodadi Kulon untuk akses ekonomi dan pendidikan,’’ ungkapnya.


Sampai kini, pemkab terus melakukan pendataan. Sebab, hujan deras yang mengguyur di awal pekan kemarin membuat banyak wilayah terdampak. Baik longsor maupun banjir menerjang infrastruktur hingga permukiman penduduk. ‘’Ada beberapa rumah yang terdampak,’’ sebutnya.


Setelah pendataan rampung, pemkab segera melakukan sejumlah langkah strategis. Menangani kerusakan yang ada berdasarkan skala prioritasnya. ‘’Kami petakan dulu. Mana yang mendesak perbaikan segera kami tangani menggunakan dana tak terduga. Sembari memikirkan pembangunan jangka panjang lewat penganggaran di tahun berikutnya,’’ papar Wabup.


Sejak awal, Gagarin telah menginstruksikan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku wilayah untuk mengantisipasi setiap potensi bencana. Minimal dapat bergerak cepat melakukan penanganan sehingga potensi kerusakan dapat diminimalkan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Suparlan telah menginventarisasi sejumlah titik terdampak bencana alam. Paling menonjol, kerusakan jembatan di Dusun Cabe, Wonodadi Kulon. Pihaknya juga telah menyiapkan pelat besi beton untuk pembangunan jembatan darurat. ‘’Segera kami lakukan penanganan darurat agar mobilitas warga kembali lancar,’’ tuturnya.


Senin dini hari, ratusan warga Desa Wonodadi Kulon, Ngadirojo, terisolasi. Jembatan di Dusun Cabe itu ambrol setelah diguyur hujan lebat sejak Minggu (2/10) petang. Arus sungai meluap hingga menggerus konstruksi jembatan. Permukiman penduduk tak luput dari luapan.


Putusnya jembatan ini membuat warga dari Wonodadi Kulon maupun seberang sungai harus memutar. Tak tanggung-tanggung, kendaraan roda dua saja harus menempuh perjalanan cukup jauh melewati perbukitan dan jembatan kecil.


Sementara untuk roda empat harus menempuh jarak dua kali lipat melewati Desa Cangkring, Nogosari, serta Wonokarto. Kerusakan infrastruktur ini juga berdampak terhadap akses pendidikan dan kesehatan. (gen/c1/fin)

Editor : Hengky Ristanto
#hujan deras #jembatan putus #akses transportasi #DPUPR Pacitan #Pemkab Pacitan #bencana #Wonodadi Kulon