Desain panggung itu dirancang oleh para seniman dari Magelang, Solo dan Pacitan. Saat acara berlangsung, tugu tersebut nantinya bakal bermandi cahaya seni instalasi. Selain itu, terdapat 30 anak tangga dan ditopang bambu sebagai pondasi utama panggung. Modelnya seperti monumen kemenangan Arc de Triomphe di Prancis.
Panitia Ruwat Jagat 2022 Misbach Daeng Bilok mengatakan, penataan panggung di Tugu Penceng dimulai sejak Senin (31/10) lalu. Adapun panggung itu bakal menjadi lokasi pidato Bupati Indrata Nur Bayuaji, pusat kegiatan pentas seni serta peletakan 12 panji dari masing-masing kecamatan.
‘’Setelah acara selesai panji kecamatan dan kabupaten tetap ditinggal di sana selama beberapa bulan,’’ katanya, Kamis (3/11).
Adapun Ruwat Jagat 2022 terdiri dari beberapa rangkaian. Mulai dari kirab panji kecamatan, pagelaran seni tari, musik, serta doa bersama. Selain itu, prosesi ruwatan yang ditandai pengerahan 100 tumpeng sepanjang SDN Baleharjo 01 hingga perempatan Penceng.
‘’Jadi, acaranya diawali dengan kirab panji dari pendapa pemkab ke jalan Ahmad Yani. Di lokasi tersebut, juga telah berjajar ratusan tumpeng serta disisipi pentas seni,’’ terang Misbach. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto