Festival budaya tersebut diisi kegiatan kirab dan suguhan 174 tumpeng di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Tujuannya sebagai bentuk nguri-uri budaya jawa sekaligus wujud syukur dan doa tolak bala bencana.
Panitia Ruwat Jagat 2022 Misbach Daeng Bilok mengatakan kegiatan budaya itu bentuk akumulasi obrolan seniman beberapa daerah, seperti Jogjakarta, Solo, dan Pacitan. ‘’Jarang ada peristiwa budaya yang murni seni. Mayoritas ada keterkaitan dengan lomba-lomba dan ruwat jagat hadir mengisi kegelisahan itu,’’ terang Misbach kemarin (4/11).
Misbach berharap Ruwat Jagat bisa menjadi pemersatu sekaligus mendongkrak pariwisata pasca dua tahun dihantam pandemi Covid-19. ‘’Nanti ada lebih dari 500 anak sekolah yang terlibat, kecamatan, OPD dan juga seniman dari luar daerah,’’ katanya.
Ruwat Jagat 2022 bakal menghadirkan serangkaian kegiatan. Diawali kirab panji 12 kecamatan dari pendapa Pemkab Pacitan hingga perempatan Penceng. Lalu, syukuran 174 tumpeng di Jalan Ahmad Yani serta pentas seni. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto