‘’Keenambelas orang ini merupakan guru prakarya. Di Pacitan, untuk formasi (guru prakarya) tersebut tidak ada,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto, Rabu (16/11).
Sebagai gantinya, Budiyanto menawarkan mereka ke daerah lain yang terdapat formasi untuk guru prakarya. Begitu juga dengan proses seleksinya nanti menyesuaikan daerah tersebut. ‘’Yang lolos passing grade khusus guru prakarya ini ditawarkan untuk mengikuti seleksi calon PPPK ke daerah lain,’’ ujar mantan kepala DPUPR itu.
Sementara untuk mengisi kekosongan formasi dari 16 guru honorer tersebut bakal diisi tenaga pendidik prioritas dua dan tiga. Mereka adalah guru honorer yang tak lolos saat seleksi calon PPPK tahun lalu dan guru tidak tetap (GTT) yang telah mengabdi selama tiga tahun.
Sedangkan, untuk formasinya diperuntukkan bagi guru kelas dan seni. ‘’Karena kami butuhnya guru kelas dan guru seni. Jadi, kami isi formasi untuk itu,’’ terang Budiyanto.
Pihaknya memastikan skema seleksi calon PPPK tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Karena peserta ditentukan berdasarkan aturan prioritas yang direkomendasikan oleh sekolah mereka masing-masing. Namun demikian, mereka lebih dulu harus diverifikasi oleh pengawas, dindik dan BKPSDM.
‘’Ujiannya nanti seleksi observasi bagi guru senior yang direkomendasikan oleh kepala sekolah. Jadi, tidak perlu mengikuti tes komputer dan sebagainya. Setelah itu, yang lolos tinggal diajukan ke Kemendikbud Ristek,’’ jelas Budiyanto. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto