Karena itu, dispedagkop-UM akan menutup pasar lama agar tidak ada pedagang maupun warga yang berjualan di area itu.
‘’Kami tidak mengizinkan pedagang kembali ke pasar lama, sebab jika satu-dua pedagang di situ maka lainnya pasti akan ikut-ikutan,’’ kata Sekretaris Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi, Senin (28/11).
Menurut Agus, jika tidak dilarang dapat mengganggu ketertiban jalan di depan pasar lama karena berpotensi macet. Pun, kondisi bangunan serta masih adanya puing-puing sisa bangunan berpotensi roboh. Sehingga, membahayakan keselamatan para pedagang dan warga.
‘’Kami berusaha mengakomodasi keinginan pedagang, namun tidak mungkin kami turuti satu per satu,’’ ujarnya.
Agus mengklaim, kebijakan dan penataan pasar darurat merupakan hasil kesepakatan para pedagang sebelum pindah. Sedikitnya, sudah empat kali pihaknya melakukan pertemuan bersama perwakilan pedagang terkait berbagai hal di pasar darurat. Pun, pedagang sepakat dan bersedia mengikuti arahan.
‘’Jika memang sekarang ada yang kurang pas, bisa disampaikan usulan alternatif, nanti dirembug jalan keluarnya,’’ tuturya.
Agus juga menyatakan penataan saat ini bukan harga mati. Artinya, jika memang ada kekurangan dan perlu penyesuaian, pihaknya akan menerima asal disepakati bersama dan telah dipertimbangkan menjadi solusi terbaik.
Soal kondisi sepi dan sebagainya, pihaknya berharap para pedagang bersama-sama fokus membuat pasar darurat ramai dan aktivitas jual-beli lancar dan aman.
‘’Kami akan melakukan evaluasi, tapi juga minta kerja sama baik pedagang membantu kami mencari solusinya. Jangan gegabah pindah ke sana (pasar lama), bahaya,’’ pintanya.
Pihaknya telah mengajukan ke Pemkab untuk menutup seluruh akses pasar lama. Jika disetujui, dalam waktu dekat akan dilakukan. Mengingat pihaknya belum bisa memastikan kapan para pedagang harus menempati pasar darurat hingga pembangunan kembali Pasar Dungus selesai.
‘’Untuk membangun ulang butuh waktu dan dana tidak sedikit. Semoga dari Kementerian Perdagangan segera merespons positif pengajuan pembangunan kembali Pasar Dungus,’’ harapnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto