Kabid Pembinaan SMP Dindik Pacitan Eka Priyadi mengatakan, rehabilitasi sekolah rusak sesuai skala prioritas. Satuan pendidikan yang bangunannya rusak karena bencana dan belum layak diutamakan. ‘’Setidaknya ada 11–14 sekolah yang butuh perbaikan tahun depan,’’ katanya, Jumat (9/12).
Pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 7,4 miliar untuk merehab belasan sekolah tersebut. Namun, alokasi anggaran yang dikucurkan ke masing-masing sekolah berbeda-beda tergantung tingkat kerusakannya.
Dia tunjuk contoh SMPN 4 Bandar. Talut sekolah tersebut yang ambrol karena longsor pada Oktober lalu bakal diperbaiki total. ‘’Mayoritas memang terdampak bencana seperti talut ambrol atau rusak karena faktor usia bangunan,’’ ungkapnya.
Eka mengakui alokasi anggaran perbaikan sekolah pada 2023 terbatas. Bahkan, terdapat selisih hampir Rp 10 miliar dibandingkan yang diperoleh tahun ini sebesar Rp 17 miliar.
‘’Semoga nanti ada perubahan dana transfer. Jadi, dana alokasi khusus (DAK) yang bisa kami terima bertambah untuk memperbaiki beberapa sekolah agar semakin bagus,’’ ujarnya.
Saat ini, ada 72 SMP yang tersebar di Pacitan. Dari jumlah tersebut, 22 satuan pendidikan di antaranya merupakan SMP swasta. Eka mengamini ada usulan pembangunan sekolah baru. Tapi, sampai dengan saat ini belum ditindaklanjuti kembali.
‘’Beberapa sekolah masih jauh dan berada di zona rawan bencana. Jadi, kami pertimbangkan kalau nanti ada usulan mau bangun baru,’’ pungkasnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto