Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

20 Hari Zero Kasus PMK, Pemkab Pacitan Ajukan Perubahan Zona Penularan

Hengky Ristanto • Rabu, 14 Desember 2022 | 23:09 WIB
CEGAH PMK: Sejumlah hewan ternak di Pacitan telah menjalani vaksinasi anti-PMK yang dilakukan oleh DKPP. (DOK RADAR PACITAN)
CEGAH PMK: Sejumlah hewan ternak di Pacitan telah menjalani vaksinasi anti-PMK yang dilakukan oleh DKPP. (DOK RADAR PACITAN)
PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pacitan lenyap. Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat menyatakan saat ini di Pacitan nihil kasus yang disebabkan Aphthovirus itu.

‘’Sudah 20 hari terakhir ini tidak ada kasus baru,’’ kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan drh Kus Handoko, Selasa (13/12).

Karena nol kasus pihaknya berencana mengajukan perubahan status zona penularan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. Dari sebelumnya zona merah menjadi putih.

‘’Kasus terakhir ditemukan di Bandar. Tapi, setelah dilakukan pengobatan kini hewan ternak tersebut dinyatakan telah sembuh,’’ ujarnya.

Jika usulan perubahan zona itu disetujui, Kus menyatakan tinggal mempertahankan nol kasus baru PMK hingga dua tahun. ‘’Kalau (status zona putih) bisa dipertahankan selama dua tahun nanti Pacitan dapat menjadi zona hijau PMK,’’ terangnya.

Meski nihil kasus PMK, Kus menyatakan pihaknya tetap memaksimalkan program vaksinasi terhadap hewan ternak di Pacitan. Terbaru pihaknya mendapat bantuan 34 ribu dosis vaksin anti-PMK dari pemprov.

‘’Dari populasi ternak rentan (capaian) vaksinasi PMK baru 11 persen. Target kami bisa 70 persen dalam dua tahun agar ada herd immunity pada hewan ternak baik itu sapi, kerbau dan kambing,’’ paparnya.  (gen/her) Editor : Hengky Ristanto
#sapi #DKPP Pacitan #penyakit mulut dan kuku #kasus pmk #Vaksin Anti-PMK #wabah pmk #peternakan #pmk #hewan ternak