Pantauan di lokasi kejadian, masjid berbahan dasar kayu tersebut rusak parah. Kondisi bangunannya terendam air. Jangkar yang selama ini menjadi pengait Masjid Apung putus hingga mengakibatkan bangunan tersebut hanyut terbawa arus. Hal itu diperparah dengan hancurnya tiang utama penyangga masjid lantaran tersapu sampah bonggol kayu yang terbawa aliran Sungai Grindulu.
Takmir Masjid Apung John Vera Tampubolon mengatakan, tingkat kerusakan masjid mencapai 90 persen. Dengan kondisi tersebut, pihaknya memastikan bangunan masjid tak bisa lagi dipakai. ‘’Rencananya akan kami angkat (bangunan Masjid Apung) dan kemudian dibongkar untuk diperbaiki,’’ katanya.
Menurutnya, ini bukan kali pertama Masjid Apung diterjang aliran Sungai Grindulu. Sejak dibangun 2020 lalu, masjid yang pendiriannya diinisiasi oleh Kiai Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas Fuad Habib Dimyati itu telah beberapa kali rusak. Namun, dia menyebut tingkat kerusakan masjid saat ini merupakan yang terparah. ‘’Kami perbaharui nanti. Soalnya, keberadaan masjid ini telah menjadi jujukan wisatawan dan tempat beribadah bagi warga Kelurahan Ploso,’’ jelas John Vera. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto