Selain merusak rumah warga, sederet infrastruktur vital juga terdampak bencana. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan mencatat ada 50 akses infrastruktur rusak terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan, kerusakan infrastruktur akibat banjir tersebut nyaris terjadi di semua titik lokasi terdampak cuaca buruk. Bukan hanya jalan, beberapa jembatan juga dikabarkan rusak dan menghambat mobilitas masyarakat. Dia menyatakan, saat ini pendataan belum selesai karena laporan terus masuk. ‘’Kami masih terus lakukan inventarisasi infrastruktur yang rusak,’’ katanya kemarin (16/2).
Suparlan tidak berani menjanjikan kapan akan ada perbaikan infrastruktur tersebut. Salah satu faktornya, kondisi cuaca belum memungkinkan untuk segera dilakukan rehab dan rekonstruksi. ‘’Rencana perbaikan bakal diklasifikasikan dalam tiga klaster,’’ ungkap mantan Sekretaris DPUPR itu.
Misalnya infrastruktur yang rusak ringan penanganannya diserahkan ke pemerintah desa (pemdes) dan masyarakat. Kemudian skala sedang ditangani dengan menggunakan alat berat dari DPUPR.
Sedangkan, infrastruktur rusak berat penanganannya diusulkan ke Pemprov Jatim. ‘’Untuk sementara ini kami fokus pada pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor. Semua alat berat yang ada kami kerahkan ke wilayah terdampak,’’ terang Suparlan.
Sampai dengan kemarin, kerusakan infrastruktur akibat intensitas hujan yang tinggi terus terjadi. Terbaru adalah amblesnya Jalan Nawangan–Tokawi sedalam setengah meter. Kemudian jalan dan jembatan antardusun di Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo putus diterjang banjir. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto