Heri mengungkapkan, kejadian persisnya pada Kamis (16/2) petang lalu. Saat itu, sebagian wilayah Pacitan diguyur hujan deras hingga mengakibatkan Sungai Grindulu meluap. Kondisi tersebut berdampak pada ambrolnya tebing sungai dan kandang ayam miliknya. ‘’Pagi hari itu airnya sudah tinggi. Lalu, saat siang ada tiga tiang yang mulai amblas dan malam hari kandang ayam saya ambruk yang belakang itu,’’ katanya kemarin (17/2).
Dalam kejadian tersebut, sekitar 100 ekor ayam miliknya yang baru berusia 21 hari ikut terbawa derasnya aliran Sungai Grindulu. Tidak hanya itu, luapan air sungai juga menghanyutkan peralatan perawatan kandang dan pakan yang disimpan di sudut tempat penangkaran ayam tersebut. ‘’Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta,’’ ungkap Heri.
Heri mengatakan, abrasi sungai terjadi dalam empat tahun terakhir. Sebelum ambrol dua hari lalu, jarak antara bibir sungai dengan kandang ayam miliknya sekitar 64 meter. ‘’Kami berharap ada bantuan bronjong dari pemerintah agar abrasi ini tidak terus berlanjut,’’ harapnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto