‘’Selain tanah longsor, bencana alam seperti angin kencang, tanah gerak dan banjir berpotensi terjadi hingga akhir bulan ini,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko kemarin (17/2).
Berdasarkan prediksi BMKG diketahui bahwa distribusi cuaca dalam satu minggu terakhir yang dimulai sejak Senin (13/2) lalu, sejumlah wilayah di Pacitan ditutupi oleh awan hujan. Bahkan, hujan kembali mengguyur sebagian wilayah Pacitan kemarin. Meskipun intensitas curah hujannya tidak setinggi Selasa (14/2) dan Rabu (15/2) lalu.
Erwin mengungkapkan, sepanjang bulan ini telah terjadi 158 kasus bencana di 11 kecamatan kecuali Donorojo (selengkapnya lihat grafis). Sudimoro tercatat menjadi wilayah terdampak paling parah. Di kecamatan tersebut dilaporkan bencana alam seperti tanah gerak maupun longsor terjadi di 43 titik. ‘’Curah hujan memang cukup tinggi. Bahkan, terjadi dalam 2–3 hari berturut-turut,’’ ungkap mantan Camat Tegalombo itu. (gen/her)
SEBARAN WILAYAH TERDAMPAK BENCANA
- Arjosari: 11 titik
- Bandar: 7 titik
- Donorojo: 2 titik
- Kebonagung: 13 titik
- Nawangan: 6 titik
- Ngadirojo: 7 titik
- Pacitan: 26 titik
- Pringkuku: 7 titik
- Sudimoro: 43 titik
- Tegalombo: 23 titik
- Tulakan: 13 titik