Contoh keriuhan rontek dapat dilihat pada Minggu (16/4) lalu. Bermodal alat musik dan kentongan seadanya, ratusan orang bernyanyi membangunkan orang sahur. Bahkan ada yang sampai menyalakan flare. ‘’Karena itu perlu diantisipasi serius,’’ kata Kapolsek Pacitan AKP Sugeng Rusli.
Menurut data kepolisian, warga yang gemar melakukan rontek berasal dari Desa Mentoro, Arjowinangun, Purworejo Tanjungsari, Baleharjo, serta Sidoarjo dan Ploso. Bila bertemu di jalan, para kelompok rontek tersebut rentan memicu gesekan.
Tak heran bila petugas yang dikerahkan cukup banyak. Contohnya pada Minggu dini hari lalu. Ada 140 petugas gabungan yang mengamankan rontek. ‘’Tokoh masyarakat kami minta membantu mengarahkan,’’ terang mantan Kapolsek Arjosari itu, sembari menyebut bahwa rontek akan terus dilakukan warga hingga Lebaran. (gen/naz) Editor : Hengky Ristanto