Pantauan Jawa Pos Radar Pacitan di lokasi, sudah terpasang tiang penyangga di kedua ujung jembatan. Tali yang akan menopang jembatan juga sudah terbentang. Pembangunan jembatan darurat di Mangunharjo diketahui dimulai sebelum Lebaran.
Muslih menjelaskan, konstruksi jembatan hampir sama dengan jembatan gantung yang akan dibangun di Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo. Bedanya, pembangunan jembatan sepanjang 55 meter di Mangunharjo tersebut menggunakan dana kedaruratan. ‘’Kalau yang di Kemuning menggunakan APBD,’’ sebutnya.
Biaya pembuatan jembatan darurat di Mangunharjo sekitar Rp 200 juta. Nantinya, jembatan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. ‘’Secara fungsi sama seperti jembatan utama sebelumnya, hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,’’ terang Muslih.
Meski bersifat darurat, keberadaan jembatan sangat penting bagi warga setempat. Termasuk puluhan pelajar SD dan SMP dari Dusun Tegal, Mangunharjo, yang kesulitan menjangkau sekolah mereka. ‘’Setidaknya, dengan jembatan darurat ini anak-anak bisa belajar di sekolah lagi,’’ tukasnya. (tif/naz) Editor : Hengky Ristanto