‘’Total ada 15 unit rumah yang mengalami kerusakan, terutama di bagian atap,’’ kata Kepala Desa Widoro Mahmudi.
Petaka tersebut bermula saat hujan deras mengguyur Dusun Serenan sejak Kamis siang. Angin mendadak berembus semakin kencang sekitar pukul 15.00 WIB. Atap sejumlah rumah mulai terangkat dan berterbangan. ‘’Hujannya sejak siang, sore sekitar pukul 15.00 tiba-tiba angin muter-muter membuat genting rumah warga terangkat,’’ bebernya.
Selain merusak rumah, angin kencang juga membuat sejumlah pohon tumbang. Bahkan menurut kesaksian warga, ada beberapa batang pohon yang sampai terlempar sejauh 20 meter.
Beruntung, tak ada korban jiwa akibat lesus Kamis lalu. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Kemarin, warga setempat gotong royong membersihkan dampak puting beliung. Termasuk memperbaiki atap rumah yang rusak. Warga juga berharap ada bantuan dari pemerintah. ‘’Semoga tidak terjadi lagi,’’ tukas Mahmudi. (gen/naz) Editor : Hengky Ristanto