Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat mengerahkan sejumlah alat berat untuk menormalisasi saluran air. Selain mengangkat material endapan juga memperbaiki selokan yang rusak. ‘’Agar aliran air lancar sehingga tidak ada banjir perkotaan,’’ kata Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) DUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho kemarin (22/5).
Menurut dia, sejumlah saluran air mengalami pendangkalan setiap tahun. Pemicunya, penebangan pohon di hulu sungai yang marak. Kemudian aktivitas warga di sepanjang selokan dan minimnya kesadaran warga tidak membuang sampah ke selokan. ‘’Ketinggian sedimentasi mencapai satu hingga dua meter, kami estimasikan hingga ratusan meter kubik material endapannya,’’ sebutnya.
Tahun ini, pihaknya menargetkan tiga titik selokan yang dinormalisasi. Yakni di Jalan Maghribi mulai Menadi sampai Mentoro, selokan simpang empat Penceng sampai SPBU Ploso Jalan Gatot Subroto dan selokan Cuwik Jalan WR Supratman. Menurut dia, ketiga saluran air tersebut sudah tidak berfungsi sebagi mana mestinya.
‘’Sekitar tiga kilometer selokan mengalami sedimentasi. Butuh anggaran sekitar Rp 500 juta untuk melakukan rehabilitasi saluran,’’ pungkasnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto