Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

3 Kilometer Saluran Air Alami Sedimentasi dan Tak berfungsi

Hengky Ristanto • Selasa, 23 Mei 2023 | 22:45 WIB
CEGAH BANJIR KOTA: DPUPR Pacitan menegerahkan alat berat untuk mengeruk material endapan di saluran air Jalan Maghribi, Mentoro, kemarin (22/5). (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
CEGAH BANJIR KOTA: DPUPR Pacitan menegerahkan alat berat untuk mengeruk material endapan di saluran air Jalan Maghribi, Mentoro, kemarin (22/5). (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sedimentasi saluran air atau selokan di wilayah Pacitan kota mengkhawatirkan. Itu terlihat dari hasil pengerukan di beberapa selokan. Salah satunya di Jalan Maghribi mulai dari depan SMPN 4 Pacitan hingga simpang tiga Arjowinangun.

Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat mengerahkan sejumlah alat berat untuk menormalisasi saluran air. Selain mengangkat material endapan juga memperbaiki selokan yang rusak. ‘’Agar aliran air lancar sehingga tidak ada banjir perkotaan,’’ kata Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) DUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho kemarin (22/5).

Menurut dia, sejumlah saluran air mengalami pendangkalan setiap tahun. Pemicunya, penebangan pohon di hulu sungai yang marak. Kemudian aktivitas warga di sepanjang selokan dan minimnya kesadaran warga tidak membuang sampah ke selokan. ‘’Ketinggian sedimentasi mencapai satu hingga dua meter, kami estimasikan hingga ratusan meter kubik material endapannya,’’ sebutnya.

Tahun ini, pihaknya menargetkan tiga titik selokan yang dinormalisasi. Yakni di Jalan Maghribi mulai Menadi sampai Mentoro, selokan simpang empat Penceng sampai SPBU Ploso Jalan Gatot Subroto dan selokan Cuwik Jalan WR Supratman. Menurut dia, ketiga saluran air tersebut sudah tidak berfungsi sebagi mana mestinya.

‘’Sekitar tiga kilometer selokan mengalami sedimentasi. Butuh anggaran sekitar Rp 500 juta untuk melakukan rehabilitasi saluran,’’ pungkasnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto
#saluran air rusak #banjir pacitan #sedimentasi saluran air #normalisasi saluran air pacitan