Siti Marwiyah, salah seorang pedagang tetap berjualan meski pasar yang baru empat tahun direvitalisasi itu usai terbakar. Tidak semua pedagang kembali beraktivitas. Sekitar 30 persen di antaranya membiarkan kios mereka kosong. Itu lantaran barang dagangannya dievakuasi untuk mengantisipasi rembetan api dari kios yang terbakar semalam.
Sementara sebagian lainnya memilih tidak membuka lapaknya karena muncul hoaks Pasar Arjosari bakal ditutup. ‘’Tidak seramai hari biasanya. Ada penurunan sekitar 30 persen. Padahal hari ini (Senin Kliwon) hari pasaran,’’ kata Siti kemarin (29/5)
Siti pun bersyukur karena lapak berikut dagangannya tidak ikut terbakar. Meski jaraknya sangat dekat dengan kios yang ludes dilalap api. Kendati begitu dia prihatin melihat kios sejawatnya sesama pedagang yang hangus terbakar. ‘’Semoga diberikan kesabaran,’’ harapnya dengan mata berkaca-kaca.
Eka Riana, pedagang lainnya, memilih tidak berjualan pasca kebakaran. Pemilik kios sembako yang sangat dekat dengan lokasi kejadian ini mengungkapkan, dia dan keluarga sengaja ke kios saat kejadian. Mereka mengevakuasi barang dagangan agar aman dari jilatan lidah api. ‘’Karena ada hoaks pasar akan ditutup pascakebakaran, kami putuskan tidak berjualan,’’ tuturnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto