Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pedagang Terdampak Kebakaran Berharap Bantuan Modal untuk Berdagang

Hengky Ristanto • Rabu, 31 Mei 2023 | 19:00 WIB
BERSERAKAN: Puing-puing sisa kebakaran Pasar Arjosari, Pacitan, belum dibersihkan hingga kemarin (30/5). (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
BERSERAKAN: Puing-puing sisa kebakaran Pasar Arjosari, Pacitan, belum dibersihkan hingga kemarin (30/5). (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran Pasar Arjosari Minggu (28/5) lalu masih menyisakan cerita duka. Pedagang tampak musibah sore hari itu masih terihat syok. Bayangan kerugian akibat kebakaran jadi salah satu penyebabnya. Mereka berharap segera mendapat bantuan uang atau modal usaha agar bisa segera kembali melakukan aktivitas jual-beli seperti sedia kala. Setidaknya, santunan yang bersifat meringankan beban dalam situasi darurat saat ini.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Arjosari Santoso meminta pemkab gerak cepat (gercep) merespons harapan para pedagang korban kebakaran. Pun, minta pemkab tanggap menyalurkan bantuan kepada para korban kebakaran. ‘’Saat ini belum ada santunan, baru penyelidikan penyebab kebakaran,’’ katanya kemarin (30/5).

Pihaknya juga mendesak kios yang terdampak kebakaran segera dibangun kembali. Mengingat pasar tradisional ini merupakan salah satu pusat perekonomian daerah. Dia miris melihat kondisi para pedagang terdampak. Sebab, mereka mengalami kerugian besar karena hampir seluruh barang dagangan ludes.

‘’Untuk meringankan beban saudara kami yang tertimpa musibah, alangkah baiknya segera dibangun kembali,’’ pintanya.

Dia menyebut, semua pedagang terdampak masih syok dan trauma. Pasalnya, mayoritas telah mengisi penuh kiosnya dengan barang dagangan sebelum terjadi kebakaran. ‘’Senin (29/5) hari pasaran, Minggu (28/5) siang baru diisi (barang dagangan), sorenya terbakar,’’ tuturnya sembari menyebut kerugian para pedagang diperkirakan mencapai Rp 600 juta.

Dia juga menyayangkan minimnya keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di pasar yang baru direvitalisasi 2019 lalu itu. Menurut dia, dari 58 kios, belum termasuk los dan tlasaran, hanya terdapat satu APAR di depan pintu masuk pasar. ‘’Jadi, tidak proporsional dengan jumlah lapak yang ada,’’ keluhnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto
#bantuan modal korban kebakaran #korban kebakaran pasar arjosari #kerugian kebakaran pasar arjosari #kebakaran pasar arjosari