Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Arjosari Santoso meminta pemkab gerak cepat (gercep) merespons harapan para pedagang korban kebakaran. Pun, minta pemkab tanggap menyalurkan bantuan kepada para korban kebakaran. ‘’Saat ini belum ada santunan, baru penyelidikan penyebab kebakaran,’’ katanya kemarin (30/5).
Pihaknya juga mendesak kios yang terdampak kebakaran segera dibangun kembali. Mengingat pasar tradisional ini merupakan salah satu pusat perekonomian daerah. Dia miris melihat kondisi para pedagang terdampak. Sebab, mereka mengalami kerugian besar karena hampir seluruh barang dagangan ludes.
‘’Untuk meringankan beban saudara kami yang tertimpa musibah, alangkah baiknya segera dibangun kembali,’’ pintanya.
Dia menyebut, semua pedagang terdampak masih syok dan trauma. Pasalnya, mayoritas telah mengisi penuh kiosnya dengan barang dagangan sebelum terjadi kebakaran. ‘’Senin (29/5) hari pasaran, Minggu (28/5) siang baru diisi (barang dagangan), sorenya terbakar,’’ tuturnya sembari menyebut kerugian para pedagang diperkirakan mencapai Rp 600 juta.
Dia juga menyayangkan minimnya keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di pasar yang baru direvitalisasi 2019 lalu itu. Menurut dia, dari 58 kios, belum termasuk los dan tlasaran, hanya terdapat satu APAR di depan pintu masuk pasar. ‘’Jadi, tidak proporsional dengan jumlah lapak yang ada,’’ keluhnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto