Kabid Pengelola Pasar Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Edi Susilo mengatakan, pembersihan dilakukan di seluruh kawasan yang terbakar. Yakni di 16 kios yang terdiri dari 13 bedak berisi dagangan dan tiga los kosong. ‘’Termasuk kios yang diduga sebagai sumber api,’’sebutnya.
Menurut dia, semua sudah boleh dibersihkan. Termasuk tempat kejadian perkara (TKP) pertama yang terbakar. Garis polisi pun sudah boleh dibuka. ‘’Setelah penyelidikan penyebab kebakaran selesai kami lakukan pembersihan,’’ sambungnya.
Edi menambahkan, pembersihan melibatkan berbagai unsur dinas terkait dan gotong royong pedagang, pun masyarakat sekitar. Pembersihan butuh waktu hingga empat hari ke depan. Tujuannya, agar pedegang terdampak dapat beraktivitas jual-beli kembali.
‘’Setelah dibersihkan, dinas terkait akan melakukan kajian struktur bangunan sebagai awal rencana ke depan,’’ ujarnya.
Sesuai peruntukannya, titik yang terbakar ini akan menjadi lokasi bagi pedagang sebelumnya. Namun, sebelum digunakan harus dipastikan aman untuk berjualan. Dia berharap, pemilik kios terdampak bersabar karena perlu proses untuk rehabilitasi. ‘’Kami pastikan agar bersih terlebih dahulu,’’ imbuhnya.
Soal bantuan untuk pedagang terdampak, pihaknya masih menunggu petunjuk bupati. Menurut dia, pemkab sedang mencari terobosan agar kios Pasar Arjosari yang terbakar segera bisa direnovasi. Sehingga, pedagang dapat berjualan kembali. ‘’Secepatnya. Intruksi pak bupati akan diperbaiki secepatnya,’’ pungkasnya.
Diketahui, Pasar Arjosari di jalan Raya Pacitan-Ponorogo yang baru selesai direnoivasi 2019 itu terbakar, Minggu petang (28/5). Sedikitnya 16 kios hangus dan 23 pedagang terdampak. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto