Kuota ketua OSIS ini termasuk dalam jalur prestasi hasil lomba. Namun, di setiap SMA-SMK negeri hanya dijatah satu siswa. Sehingga, jika ada pendaftar ketua OSIS lebih dari satu di satu SMA-SMK akan dirangking.
‘’Ini sudah kami sosialisasikan ke seluruh SMP di Pacitan,’’ kata Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Pacitan Pambudi kemarin (6/6).
Perangkingan, lanjut dia, berdasarkan prestasi lain yang dimiliki. Sehingga, hanya ketua OSIS berprestasi tertinggi yang akan diterima. Kuota khusus ini bertujuan untuk menjaring siswa multitalenta. Pun, yang memiliki jiwa kepemimpinan. ‘’Tidak bisa semua, jika beberapa ketua OSIS mendaftar di satu sekolah, hanya dipilih satu,’’ ujarnya.
Sebab, menurut Pambudi, ke depan dibutuhkan pemimpin-pemimpin hebat untuk memajukan negeri ini. Ketua OSIS yang dinilai mampu menjadi pemimpin di jenjang SMP dan MTs tersebut saat berstatus siswa SMA-SMK juga bisa kembali menjabat ketua OSIS. ‘’Ketua OSIS memiliki rekam jejak pemimpin,’’ tuturnya
Sementara itu, tahapan PPDB SMA-SMK 2023 tidak lepas dari kendala teknis. Yakni, server down dan website susah diakses. Dalam tahapan entry nilai rapor yang tengah berlangsung saat ini, misalnya. ‘’Kalau kendala dari sekolah tidak ada,’’ kata Tomi Indrianto, operator kurikulum SMPN 1 Pacitan.
Meskipun akibat gangguan tersebut merugikan peserta didik dari sisi data, namun permasalahan klasik tersebut harus menjadi evaluasi agar agar tidak terjadi lagi. Kesiapan PPDB online, lanjut dia, harus betul-betul dipersiapkan matang. Termasuk opsi lain jika terjadi gangguan. ‘’Persoalan teknis itu yang menghambat proses PPDB,’’ pungkasnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto