Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Keluar Masuk Pacitan, Wajibkan SKKH dan Veteriner Ternak 

Hengky Ristanto • Senin, 12 Juni 2023 | 02:00 WIB
HARUS SEHAT: Suasana Pasar Hewan Mentoro Pacitan pada hari pasar pekan lalu. Jelang Idul Adha, lalu lintas hewan ternak diperketat. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
HARUS SEHAT: Suasana Pasar Hewan Mentoro Pacitan pada hari pasar pekan lalu. Jelang Idul Adha, lalu lintas hewan ternak diperketat. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang Idul Adha alias Hari Raya Kurban, lalu lintas hewan ternak keluar-masuk di Pacitan diperketat. Terutama hewan yang rentan penyakit mulut dan kuku (PMK). Regulasinya, pemilik harus menunjukkan hasil negatif uji laboratorium hewan bebas PMK.

Baik melalui metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) maupun enzym linked immunosorbant assay non structural protein (Elisa NSP) maksimal satu minggu sebelum keberangkatan. ‘’Jadi, hewan ternak harus sehat dengan bukti surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan surat veteriner,’’ kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Tjahjo Adhi Susmono kemarin (10/6).

Aturan tata niaga itu, lanjut dia, sebagai bentuk jaminan kesehatan hewan ternak yang keluar-masuk suatu wilayah. Pun, solusi kepada peternak di masa wabah PMK ini serta jaminan bahwa hewan ternak sehat. ‘’Yang keluar Pacitan dan Jawa Timur harus menyertakan SKKH dan mendapat persetujuan dari daerah yang akan dituju,’’ sebutnya.

Menurut dia, saat ini kasus PMK di Pacitan sudah semakin menurun. Hal ini karena penerapan strategi utama dalam penanganan PMK. Antara lain, biosecurity, pengobatan, vaksinasi, potong bersyarat dan testing. ‘’PMK tingal empat kasus aktif,  sebelum keluar Pacitan ada pengecekan dari petugas paramedik veteriner,’’ ujarnya.

Tjahyo menambahkan, penurunan kasus PMK lantaran mekanisme penanganan dari sisi anggaran dan teknis terus berjalan. Namun, guna meningkatkan pelayanan kesehatan hewan di Pacitan masih perlu adanya tambahan anggaran. ‘’Kami terus lakukan surveilent di lapangan, kami terjun di lapangan, terus kita tangani,’’ pungkasnya. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto
#keterangan sehat hewan ternak #penjualan hewan kurban #daerah endemi PMK #Idul Adha 2023 #wabah pmk #pengawasan hewan ternak