Tradisi Jangkrik Genggong dilaksanakan sekali dalam setahun. Yakni, setiap Selasa Kliwon (Anggara Kasih) bulan Sela (Zlulqadah). Jangkrik Genggong diambil dari gending tayub klangenan (kesukaan) Wonocaki, sosok yang dipercaya warga setempat sebagai danyang punden (makluk halus penunggu tempat keramat).
Upacara ini juga sebagai perayaan untuk anak laki-laki yang beranjak dewasa. Usai upacara, mereka baru boleh turun ke laut untuk berlayar.
Bagi masyarakat Sidomulyo, khususnya Dusun Tawang, laut disucikan karena tarkait dengan latar belakang budaya dan religinya. Misalnya, dalam melaut masyarakat setempat tak lepas dari upacara ritual. ‘’Ini merupakan adat budaya dari para leluhur kami,’’ kata Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Agus Sugiyanto, Selasa (13/6).
Larung Sesaji adalah wujud syukur atas nikmat Tuhan berupa rezeki, keselamatan serta hasil alam yang melimpah. Baik bumi maupun laut. Larung sesaji dimaknai pula sebagai ritual religi dengan paham animisme dan dinamisme. Di mana mitos dan magis masih lekat dalam budaya masyarakat pesisir.
‘’Larung sesaji ini merupakan sarana bentuk syukur kita atas rezeki para nelayan di Desa Sidomulyo,’’ imbuhnya.
Warga pun antusias mengikuti setiap sesi rangkaian kegiatan. Mulai anak-anak hingga orang dewasa. Setelah rangkaian kegiatan sesi larung sesaji usai, malam harinya dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional. Seperti tayub sebagai penutup seluruh rangkaian acara.
‘’Adat budaya turun temurun ini semoga bisa menjadikan bahan kita semua untuk selalu bersyukur dan selalu mengingat bahwa segala rezeki datangnya dari Tuhan Yang Maha Pengasih,’’ tuturnya.
Bupati Pacitan Indrata Nurbayuaji mengapresiasi acara tersebut. Dia bangga lantaran eksistensi kearifan lokal masih kukuh bertahan meski dikepung arus globalisasi budaya modern. Proses ritual terkait adat dan agama masih kental dalam setiap aktivitas masyarakat, itu pun yang memenuhi aspek kehidupan masyarakat Desa Sidomulyo.
Alhasil, tak ada kearifan lokal yang tereleminasi. Bahkan, berimbas positif pada kunjungan wisatawan yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) Sidomulyo. ‘’Acara ini baik, mudah-mudahan hajat kita semua mendapatkan berkah dan rida dari Allah,’’ tutup Mas Aji, sapaan bupati. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto