Terakhir seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) bertelur di Pancer Door. Penyu mendarat pada pukul 23.54, Kamis (5/6) malam. Butuh waktu cukup lama bagi penyu ini memilih lokasi yang ideal. Penyu kemudian mulai bertelur dan kembali ke laut pada Jumat (6/6) dini hari.
Total 130 butir telur penyu dihasilkan. Ratusan telur itu lantas dipindahkan ke bak penangkaran milik Komunitas Peduli Satwa dan Lingkungan Pacitan untuk ditetaskan dan kelak dilepasliarkan ke laut bebas.
‘’Kami pindahkan ke tempat penetasan,’’ kata Arnaiz Laziedo, anggota Sahabat Penyu Pacitan, kemarin (18/6).
Meski tidak alami, tempat penetasan milik komunitas ini dibuat seperti sarang telur penyu pada umumnya. Yakni, di dalam pasir, bukan di inkubator. ‘’Kedalaman dan diameter lubang sarang juga sama dengan sarang aslinya,’’ ujarnya seraya menyebut kedalaman sarang telur 40 sentimeter dan diameter 20 sentimeter.
Sementara itu, Pengelola Konservasi Penyu Pantai Taman Suyatno menambahkan, musim bertelur penyu antara April hingga Agustus. Pada rentang tersebut, pihaknya dapat mengamankan dua sarang telur dalam semalam. Setiap sarang telur biasanya berisi 60 butir. Setelah menetas, petugas dapat melepas 200 ekor tukik (bayi penyu) ke laut lepas sekali rilis.
‘’Itu sehari, belum lagi kalau ada yang menetas lagi,’’ sebutnya.
Menurut dia, jumlah telur penyu akhir-akhir ini mulai menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya, lanjut Suyatno, karena masifnya perburuan benur lobster. ‘’Mereka (pencari benur) menggunakan lampu. Itu bisa membuat takut penyu untuk menepi dan bertelur,’’ jelasnya.
Penyu memiliki perilaku unik yaitu bertelur di pantai yang sama dengan tempatnya menetas. Dia menyebutkan, sepanjang pesisir Pacitan sejak dulu adalah endemik penyu. Namun, karena perubahan zaman, yakni pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, penyu hijrah ke tempat lain untuk bertelur.
‘’Musuh telur penyu yang utama adalah manusia. Dalihnya, untuk jamu atau obat, padahal telur itu mengandung racun merkuri tinggi,’’ ungkap Slamet Riyadi Hember, koordinator Sahabat Penyu Pacitan. (hyo/sat) Editor : Hengky Ristanto