PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan Warga Desa Kedungbendo, Arjosari, menggeruduk DPRD Pacitan, kemarin (14/7). Mereka minta Pemkab Pacitan membangun jembatan di desa setempat. ‘’Warga tiga dusun di desa kami terisolasi selama dua tahun terakhir,’’ kata Sartono, tokoh masyarakat Desa Kedungbendo, di depan wakil rakyat.
Tiga dusun itu adalah Banyuanget, Jati dan Ngasem. Untuk mengakses ke jalan utama mereka harus memutar sejauh lima kilometer. ‘’Total ada sekitar 1.000 warga di tiga dusun itu,’’ sebutnya.
Pada musim kemarau seperti saat ini, lanjut dia, warga membuat jembatan darurat dari kayu dan sesek (anyaman bambu) secara swadaya. Itu pun hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua. Agar aktivitas warga dan anak sekolah dapat berjalan. ‘’Saat hujan jembatan itu tersapu banjir,’’ ujar ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Kedungbendo ini.
Kesulitan warga itu bermula saat bencana banjir bandang 2017 lalu. Jembatan gantung yang ada putus. Setelah bencana, dibangun jembatan semipermanen. Namun tak bertahan lama lantaran fondasi jembatan hancur tergerus air. ‘’Sejak itu belum ada gantinya. Kami tidak ada akses, kami harapkan segera dibangun kembali,’’ pintanya. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani