PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem sampah di Pacitan mendapat perhatian sejumlah pihak. Salah satunya dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pacitan. Puluhan aktivis organisasi mahasiswa itu menggeruduk dinas lingkungan hidup (DLH) setempat.
Mereka menyampaikan keresahan atas banyaknya TPS 3R (reduce, reuse, recycle) yang mangkrak. Pun, pusat daur ulang (PDU) dan bank sampah yang tidak dikelola dengan baik. ‘’Kami tahu TPS sudah diserahkan ke pihak desa. Tapi ujung-ujungnya hanya jadi tempat parkir,’’ kata Ketua PC PMII Pacitan Riko Andi Prastiawan usai audiensi, Kamis (20/7).
PMII menuding DLH belum dapat membedakan sampah organik dan anorganik. Buktinya, tempat pembuangan sampah (TPS) di kawasan pendapa masih campuran beragam jenis sampah.
‘’Kalau hanya membuang, manfaatnya tidak akan terserap maksimal. Berapa luas lahan yang mau dibuat TPA?’’ sergahnya.
Menurut dia, menggunungnya sampah di TPA saat ini karena pengelolaannya tidak beres (tuntas) dari berbagai TPS. Pengelolaan sampah, lanjut dia, kesannya hanya membuang dan menimbun. Pihaknya juga minta rencana pembangunan TPA Dadapan senilai Rp 4 miliar yang akan digarap tahun ini dievaluasi.
Soal itu, pihaknya akan melakukan analisa lebih mendalam. Sebab, dianggap tidak efisien. ‘’Kalau TPS tidak mangkrak, silakan. Tapi kalau hanya untuk menunda masalah, jelas kami tidak sepakat,’’ tegasnya.
Terpisah, Kepala DLH Pacitan Cici Roudlotul Jannah menyebutkan, ada bebeapa tuntutan dari PMII. Antara lain, mendesak diterbitkan peraturan bupati (perbub) tentang regulasi pengelolaan sampah yang efektif dan efisien. Dengan prioritas melalui TPS3R, PDU, bank sampah yang sudah ada.
‘’Mereka juga menuntut pemberian penghargaan kepada petugas sampah,’’ ujarnya kemarin (21/7).
Tuntutan lainnya, agar anggaran pembangunan TPA baru lebih memprioritaskan (teknologi) pengelolaan dan infrastruktur. ‘’Sebenarnya semua itu sudah kami lakukan, pemkab sudah punya perda dan perbup. Tahun ini juga berproses menambah perda lagi,’’ imbuhnya.
Soal desakan evaluasi pembangunan TPA Dadapan, pihaknya tidak dapat mengabulkan. Sebab, proses tender telah sampai pada tahap evaluasi. ‘’Sejatinya masukan PMII sudah kami kerjakan, namun mungkin sosialisasi belum sampai ke mereka,’’ pungkasnya. (hyo/sat)
Editor : Budhi Prasetya