PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi ratusan bangunan sekolah negeri di Pacitan memprihatinkan. Dinas pendidikan (dindik) setempat mencatat, dari total 418 lembaga pendidikan negeri 120 di antarnya rusak. ‘’Tingkat kerusakannya beragam,’’ kata Kepala Dindik Pacitan Budiyanto kemarin (23/7).
Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. Didominasi sekolah dasar negeri (SDN). Pemkab Pacitan berupaya untuk melakukan perbaikan. Hanya, tidak bisa dilakukan sekaligus. ‘’Sekitar 30 persen bangunan SDN di Pacitan mengalami kerusakan,’’ sambungnya.
Menurut Budi, penyebab kerusakan itu juga beragam. Selain karena faktor usia, juga terdampak bencana gempa bumi. Bahkan, 36 gedung sekolah rusak terdampak gempa bumi Bantul, Jogjakarta, akhir Juni lalu.
‘’Ada yang rusak ringan hingga berat,’’ sebutnya.
Pihaknya berharap perbaikan kerusakan bangunan sekolah itu dapat dibantu pemerintah pusat meski harus bertahap. Sebab, perbaikan bukan hanya tanggung jawab pemkab. Pemprov dan pusat juga berperan.
‘’Pemkab sudah melakukan evaluasi keseluruhan sekolah yang rusak, saat ini sedang diasesmen,’’ ujarnya.
Terkait komitmen mandatory 20 persen APBD untuk sektor pendidikan, Budi mengklaim sudah terpenuhi. Namun, tidak sampai pada pembangunan infrastruktur. Karena pembiayaan pendidikan tak hanya soal perbaikan gedung sekolah.
‘’Tidak semua kerusakan harus dibenahai pemerintah, kerusakan kecil juga bisa dibenahi pihak sekolah,’’ pungkasnya. (hyo/sat)
Editor : Budhi Prasetya