PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Tingginya tingkat kunjungan wisatawan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi suatu daerah. Karena itu, standar capaian kinerja dalam pengelolaan sektor pariwisata perlu disesuaikan. Melalui event Rawat Jagat ini diharapkan wisatawan lebih lama stay di Pacitan.
Event Rawat Jagat menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian di kota 1.001 Gua ini. ‘’Dengan event Rawat Jagat ini dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan di Pacitan,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan Turmudi.
Festival Rawat Jagat edisi kedua pada 2023 ini disambut positif para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah seorang di antaranya Winarti, pedagang asal Kelurahan Baleharjo. Event ini, menurut dia meningkatkan omzetnya hingga tiga kali lipat.
‘’Alhamdulillah meningkat hingga tiga kali lipat. Jika biasanya dapat Rp 200 ribu, kemarin dapat Rp 600 ribu,’’ ucapnya, kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Sementara itu, Direktur Perfilman dan Media Kemendikbudristek Ahmad Mahendra menyampaikan bahwa Pacitan merupakan satu wilayah penting di Indonesia. Sebab, sejarah kerajaan manusia purba di Jawa jutaan tahun silam ditemukan fosilnya di Song Terus, Desa Wareng, Punung.
‘’Pacitan sudah ada sejak jutaan tahun lalu, memiliki sejarah panjang dan kental akan budaya,’’ tegas Ahmad dalam sambutannya.
Ahmad kagum dengan gelaran Rawat Jagat sebagai salah satupertunjukan seni budaya. Pasalnya selain alam yang indah, Pacitan juga kental seni budaya, seperti Ketek Ogleng, Wayang Beber dan Tari Eklek. Dengan Rawat Jagat terbukti efektif meningkatkan promosi pariwisata di Pacitan. ‘’Ingin rasanya kelak jika pensiun tinggal di Pacitan,’’ pungkasnya. (hyo/sat/*)
Editor : Mizan Ahsani