PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang dan pembeli di Pasar Minulyo, Baleharjo, heboh, kemarin (18/8). Mereka dikejutkan dengan kedatangan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama istrinya Arumi Bachsin. ‘’Bisa minta foto mbak,’’ tanya Sriyati, salah seorang pedagang, pada istri Wagub.
Emil sengaja menemani istrinya untuk berbelanja di pasar tradisional ini. Sekaligus mengecek harga komoditas, khususnya cabai rawit. Apalagi, belakangan diberitakan sedang naik harga. ‘’Ada beberapa tujuan, selain berbelanja kami juga ingin tahu harga pasar,’’ kata Emil kepada para awak media.
Menurut Wagub, harga cabai rawit di Pasar Minulyo mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara harga bawang merah turun karena memasuki masa panen. ‘’Tadi juga ada ibu-ibu tidak jadi beli cabai karena mahal,’’ ujarnya.
Fluktuasi harga, lanjut dia, memang sering terjadi. Berberapa komoditas turun harga, namun beberapa lainnya naik.
Emil juga mengeluhkan laman Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur yang lemot. ‘’Sudah saya cek di siskaperbapo. Harganya update namun agak lama,’’ ungkapnya.
Dari hasil blusukan ke Pasar Minulyo, orang nomor dua di Pemprov Jatim ini berjanji akan menyampaikan realitas harga di lapangan kepada Dinas Perdagangan Jatim untuk menjadi bahan evaluasi. ‘’PR (pekerjaan rumah)-nya harga cabai rawit,’’ sebut mantan Bupati Trenggalek ini.
Dia menambahkan, harga komoditas harus sesuai range yang berlaku. Sebab, jika telalu murah akan membebani penghasilan petani. Contoh, petani bawang merah di Sukomoro, Nganjuk. Akibat harga terbanting, mereka pun mengalami kerugian.
‘’Makanya harus ada rentang harga yang dianggap batas wajar. Di bawah HET (harga eceran tertinggi) masih wajar,’’ bebernya.
Kedatangan Wagub Emil beserta rombongan di Pacitan kali ini juga untuk menghadiri peresmian Museum dan Galeri Seni SBY*Ani, Kamis (17/8) malam. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani