PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Pacitan melalui sektor pendidikan butuh perhatian. Sebab, persentase lulusan SMAN/SMKN yang berhasil melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri (PTN) masih relatif rendah.
Data tahun pelajaran 2022/2023, hanya sekitar sembilan persen lulusan SMAN di Pacitan yang melanjutkan kuliah ke PTN.
‘’Dari 1.147 lulusan, yang melanjutkan kuliah ke PTN 102 anak atau sembilan persen,’’ ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Pacitan Indyah Nurhayati kemarin (29/8).
Sedangkan sisanya, 1.045 lulusan atau 91 persen tidak terdeteksi. Apakah melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi swasta (PTS) atau bekerja.
‘’Tidak ada kabar dari anak-anak. Jadi tidak tahu, apakah mereka kuliah (di PTS), bekerja, atau menikah,’’ ujarnya.
Sementara siswa SMKN yang melanjutkan kuliah malah hanya dua persen. Dari 3.541 siswa, yang melanjutkan ke PTN hanya 63 anak. Tujuh lulusan SMKN terdeteksi telah bekerja dan berwirausaha sedangkan 3.471 lainya tidak diketahui.
Menurut dia, lulusan SMAN/SMKN memiliki jatah yang sama untuk ikut seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNPB) masuk PTN.
Yakni, 40 persen siswa untuk sekolah terakreditasi A, 25 persen terakreditasi B, dan lima persen terakreditasi C. Di Pacitan, 16 SMAN sudah terakreditasi A dan B. Sehingga, memiliki kuota 25 sampai 40 persen. ’’Swasta juga memiliki jatah yang sama,’’ jelasnya. (hyo/sat)
Fakta Angka
- 147 lulusan SMAN 2022/2023 (100 persen),
- 102 lulusan SMAN kuliah ke PTN (9 persen)
- 045 lulusan SMAN tidak terdeteksi (91 persen)
- 541 lulusan SMKN 2022’2023 (100 persen)
- 63 lulusan SMKN kuliah ke PTN (2 persen)
- 7 lulusan SMKN bekerja dan berwirausaha
- 471 lulusan SMKN tidak terdeteksi
Editor : Mizan Ahsani