Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cerita Sejarah yang Tak Tercatat: Luweng Menjangan Pacitan Saksi Penumpasan PKI?

Mizan Ahsani • Senin, 2 Oktober 2023 | 23:00 WIB
BENARKAH?: Kondisi Luweng Menjangan di Dusun Tanggung, Sanggrahan, Kebonagung, Pacitan, kemarin (30/9). Gua ini diduga jadi saksi bisu penumpasan PKI 1965 di Pacitan. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
BENARKAH?: Kondisi Luweng Menjangan di Dusun Tanggung, Sanggrahan, Kebonagung, Pacitan, kemarin (30/9). Gua ini diduga jadi saksi bisu penumpasan PKI 1965 di Pacitan. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Langkah orang-orang mengayun 58 tahun lalu. Namun, derapnya masih sering terngiang di telinga AJ hingga kini.

Pun, acap membuatnya berkeringat dingin. Peristiwa tersebut tak pernah dilupakan petani di Desa Ketro, Kebonagung, Pacitan, ini sepanjang hidupnya.

Kakek 78 tahun itu masih ingat saat desanya menjadi lokasi eksekusi akhir 1965 silam.

Setiap malam, selepas Isya, serombongan orang bergerak ke sebuah gua yang disebut Luweng Menjangan.

Lokasi gua ini berada di ujung Dusun Tanggung, Sanggrahan, Kebonagung. Sebagian besar penduduk desa setempat memilih mengunci diri di dalam rumah.

Begitu pula AJ. Seperti malam sebelumnya, sayup-sayup terdengar sekelompok orang menggiring beberapa laki-laki bertelanjang kaki.

Tangan mereka saling terikat dengan tangan kawannya, menuju Luweng Gucen, sebutan lain gua itu.

Di sana para lelaki yang diduga sebagai aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI) itu dieksekusi. Lalu dilempar ke dalam gua dan tak pernah kembali lagi.

‘’Ada puluhan yang dieksekusi di sini,’’ tutur AJ kemarin (30/9).

Dia masih ingat beberapa nama dan asal mereka yang dieksekusi di bibir gua sedalam 500 meter ini.

Beberapa di antaranya dari Sanggrahan, Kebonagung. Juga dari Jatigunung, Tulakan. ‘’Yang lainnya tidak ingat, yang jelas banyak,’’ kata bapak dua anak ini.

Salain dari dua desa tersebut, berberapa terduga simpatisan partai berlambang palu arit ini dicokok dari wilayah lain. Di antaranya dari Gembuk, Kebonagung dan Menadi, Pacitan.

Mereka dituding sebagai kelompok yang terlibat langsung aksi pemberontakan G-30-S/PKI. ‘’Meskipun anggota, jika tidak terlibat pemberontakan, tidak dieksekusi,’’ tuturnya.

Di bibir gua yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah AJ itu, peristiwa aneh-aneh atau klenik pun mewarnai rangkaian eksekusi.

Ada seorang yang tak mempan ditembak senjata api. ‘’Akhirnya dieksekusi mengunakan senjata tajam,’’ ungkapnya.

Operasi penumpasan pemberontakan PKI terjadi hampir di seluruh wilayah Pacitan.

Banyak lokasi  yang diduga jadi saksi bisu. Selain di Luweng Menjangan, juga di Luweng Kebo, Bungur, Tulakan. ‘’Gua itu masih didatangi dan diziarahi keluarga mereka,’’ pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Serka Prio Arif Kurniawan, pihak Penerangan Kodim 0801/Pacitan menyatakan bahwa tidak memiliki dokumen terkait penumpasan PKI di Pacitan tersebut.

Menurut dia, sesuai fakta, penumpasan PKI berdasarkan putusan Mahkamah Militer Luar Biasa pada rentang 1966-1978. ‘’Kami tidak menyimpan dokumentasinya (peristiwa di Luweng Menjangan),’’ tegasnya. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #sejarah #pki #luweng