PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - KH Hamid Dimyati, salah satu tokoh penting di Pacitan, diusulkan menjadi pahlawan nasional.
Dalam waktu dekat Pemkab Pacitan akan membahas bersama Pemprov Jatim sebelum KH Dimyati diajukan dan diteliti Kementerian Sekretariat Negara untuk ditetapkan.
Kepala Dinas Sosial Pacitan Sumorohadi menyebutkan, peluang KH Dimyati menjadi pahlawan nasional sangat besar. Sebab, rekam jejak sejarahnya tercatat secara otentik.
Dia berharap dapat ditetapkan pada Hari Pahlawan 11 November mendatang. ‘’Oktober ini akan disidangkan dengan Pemprov Jatim,’’ katanya kemarin (7/10).
KH Hamid Dimyati adalah tokoh pergerakan semasa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1948.
Bersama para santri dan pemimpin pondok pesantren (ponpes) di Magetan dan Ponorogo menentang PKI.
Salah seorang anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) itu wafat ditangan pasukan PKI dan dimasukkan ke dalam sumur.
Itu setelah tertangkap di Wonogiri dalam perjalanan menuju ke Jogjakarta, 75 tahun silam.
Kini, nama KH Hamid Dimyati yang pernah menjadi pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas, Arjosari, tersebut diabadikan menjadi nama jalan oleh Pemkab Pacitan.
Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti, Jurug, Surakarta, setelah dipindah dari kawasan hutan Trawas, Dusun Ngerjo, Hargorejo, Tirtomoyo, Wonogiri.
‘’Jejak sejarah dan silsilah keluarga sudah kami telusuri,’’ ujarnya.
Hari Pahlawan, harap dia, menjadi waktu yang pas untuk menetapkan KH Hamid Dimyati sebagi pahlawan nasional.
Pun, sebagai penghormatan masyarakat Pacitan kepada KH Hamid Dimyati.
‘’Pelusuran melibatkan akademisi dan sejarawan, tokoh masyarakat, kiai dan ada pernyataan tertulis. Semoga disetujui,’’ harapnya. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani