PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada pemandangan berbeda di Pemkab Pacitan, Senin (16/10). Nyaris semua aparatur sipil negara (ASN) laki-laki sarungan alias mengenakan sarung.
Termasuk Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Dia mengenakan baju koko dengan balutan sarung motif kotak-kotak biru.
‘’Kami imbau setiap ASN agar mengenakan pakaian muslim. Laki-laki pakai sarung, berbaju koko dan dan berkopiah hitam. Perempuan berbusana muslimah,’’ kata Sekda Pacitan Heru Wiwoho.
Imbauan tersebut dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 yang jatuh pada 22 Oktober nanti. Kebijakan ini berlaku hingga sepekan ke depan.
Pun, berlaku selama jam kerja kantor atau saat melayani masyarakat.
‘’Untuk mendukung peringatan HSN, semua elemen masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi,’’ sambungnya.
Tak hanya ASN lingkup pemkab. Kebijakan ini juga berlaku bagi instansi vertikal, satuan pendidikan dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD).
Itu berdasarkan Surat Edaran (SE) 451/2549/408.13/2023 perihal Peringatan Hari Santri Nasional.
Organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga pendidikan dan juga ormas diimbau memasang bendera merah putih yang dapat disandingkan dengan bendera ormas.
‘’Serta mengadakan khotmil Quran,’’ ujarnya seraya menyebut puncak peringatan HSN 2023 di Pacitan akan digelar upacara di alun-alun setempat pada 22 Oktober mendatang. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani