PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Wabah yang menyerang hewan ternak di Pacitan mulai terkendali. Khususnya, penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin diase (LSD).
‘’Sekarang sudah zero case report,’’ kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DKPP Pacitan Kus Handoko kemarin (6/11).
Berdasarkan data situs resmi satgas PMK, total hewan ternak yang terinfeksi virus pok ini 636 kasus. Hewan sembuh 586 ekor, mati 34 ekor, dan dipotong bersyarat 16 ekor.
Sementara untuk kasus LSD, total 225 ternak terinfeksi, 219 sembuh, tiga dipotong bersyarat dan tiga ekor mati. ‘’Setelah 26 Oktober lalu tidak ada laporan kasus baru,’’ sambungnya.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pengendalian pergerakan hewan secara ketat. Mengingat Pacitan berbatasan langsung dengan Jateng yang terdapat cukup banyak kasus penyakit ternak.
Baik yang masuk wilayah Pacitan maupun keluar dearah. ‘’Tetap kami pantau, jangan sampai terlena,’’ ujarnya.
Menurut dia, zero case report bukan berarti tidak ada kasus. Hanya tidak ada laporan kasus aktif baru. Sehingga, masih perlu kajian surveilan, uji laboratorium dan kajian lanjutan.
‘’Kami pantau di desa-desa apakah masih ada laporan masyarakat atau perkembangan kasus,’’ jelasnya. (hyo/sat)
Fakta Angka
Kasus PMK
- 636 ekor hewan terinfeksi (total)
- 586 ekor hewan sembuh
- 34 ekor hewan mati
- 16 ekor hewan dipotong bersyarat
Kasus LSD
- 225 ekor hewan terinfeksi (total)
- 219 ekor hewan sembuh
- 3 ekor hewan mati
- 3 ekor hewan dipotong bersyarat
Editor : Mizan Ahsani