PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kondusivitas menjelang Pemilu 2024 butuh dukungan segenap unsur pemerintah maupun masyarakat.
Harapannya tidak lain agar pesta demokrasi lima tahunan di Kabupaten Pacitan berlangsung sukses.
Peran ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) juga dibutuhkan di lingkungan masing-masing. Mulai menjelang, pelaksanaan hingga pasca pemilu.
Menurut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, ketua RT-RW adalah sosok yang dipercaya warganya.
Sebab, mampu dan ikhlas menjalankan tugas sebagai ujung tombak dan ujung tombok.
"Yang utama menjaga kondusivitas,’’ kata Mas Aji, sapaan bupati, usai penyerahan insentif ketua RT-RW di Desa Pagutan, Arjosari, kemarin (7/11).
Dia menambahkan, para ketua RT-RW merupakan pimpinan yang punya peran sangat strategis dalam mendinginkan suasana atau cooling system.
Pun, sangat penting dalam mencegah perpecahan dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang.
"Agar Pacitan adem, ayem dan tentrem,’’ tuturnya.
Meskipun banyak calon anggota legislatif (caleg) yang meminta dukukungan, dia berpesan ketua RT-RW wajib adil tanpa melakukan intervensi dan tidak dipengaruhi pertimbangan politis.
"Ini demi menjaga stabilitas,’’ sambungnya.
Ketua RT-RW juga wajib meningkatkan kesadaran politik dan kualitas demokrasi. Juga meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.
"Meskipun undang-undang tidak mengatur netralitas RT-RW, namun tetap berkewajiban menjaga kondusivitas,’’ ujarnya.
Diketahui tahun ini Pemkab Pacitan menaikkan insentif ketua RT-RW menjadi Rp 300 ribu. Jumlah tersebut naik berlipat dibanding sebelumnya Rp 125 ribu.
Pemkab mengalokasikan anggaran total Rp 1,983 miliar untuk 6.610 ketua RT-RW sekabupaten ini. (hyo/sat)
Editor : Budhi Prasetya