Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Di Pacitan Banyak Sarjana Pengangguran? Begini Kata BPS

Mizan Ahsani • Jumat, 10 November 2023 | 16:00 WIB
ILUSTRASI: Sektor pertanian termasuk perikanan merupakan lapangan pekerjaan yang tidak membutuhkan ijazah. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
ILUSTRASI: Sektor pertanian termasuk perikanan merupakan lapangan pekerjaan yang tidak membutuhkan ijazah. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lulus pendidikan tinggi bukan jaminan seseorang mudah mendapatkan pekerjaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan menunjukkan, sarjana yang menganggur relatif tinggi.

Saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) Pacitan mencapai 1,83 persen. Turun 1,82 poin dibanding Agustus 2022 lalu 3,65 persen.

Lulusan sarjana, SMA/SMK dan SMP yang menganggur 12,4 persen.

Perinciannya 2,48 persen lulusan perguruan tinggi, lulusan SMK 2,25 persen, lulusan SMK 5,02 persen dan  2,68 persen lulusan SMP.

‘’Sementara lulusan SD hanya 0,14 persen,’’ kata Stastisi Ahli Madya BPS Pacitan Dyah Sari Prihantari kemarin (9/11).

Data ini menunjukkan bahwa jumlah sarjana yang menganggur lebih banyak dari lulusan SD. Penyebabnya, bisa tingginya lapangan kerja di sektor pertanian yang tidak butuh ijazah.

Faktor lainnya, lanjut dia, perusahaan merekrut pekerja berdasarkan kualitas dan kebutuhan.

‘’Analisa kami, mungkin karena lulusan SD tidak gengsi mencari pekerjaan. Sehingga lebih mudah mendapat pekerjaan,’’ sebutnya.

Sektor pertanian menjadi lapangan usaha dengan jumlah tenaga kerja terbanyak dibanding sektor lain. Disusul sektor jasa, manufaktur dan perdagangan.

Sementara tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) 2022 sekitar 81,64 persen. Dengan jumlah angkatan kerja 394,71 jiwa, bertambah 13,43 ribu dibanding Agustus 2022 sebanyak 381,28 jiwa.

BPS juga mencatat 387,50 ribu jiwa telah memiliki pekerjaan atau naik 20,15 ribu jiwa. ‘’Di eks Karesidenan Madiun, Pacitan terendah TPT-nya,’’ ungkapnya.

Aktivis Komunitas Peduli Pembangunan Pacitan (KPPP) Wijayanto, meminta masalah pengangguran terdidik dicermati secara simultan dan berkesinambungan.

Sebab, masalah ini masuk indikator makroekonomi dan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah.

Karena itu perlu kerja sama antar-stakeholder baik dari pemerintah, swasta dan pendidikan untuk menstrategikan upaya-upaya solutif yang dilakukan secara masif.

‘’PR (pekerjaan rumah) pemerintah daerah dalam membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi kalangan terdidik,’’ sebutnya. (hyo/sat)

TPT Berdasarkan Pendidikan

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #TPT #pengangguran #pendidikan