Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Qunut Nazilah Jemaah Masjid Nurul Iman untuk Rakyat Palestina, Jadi Tradisi Sejak Israel Bombardir Gaza 

Budhi Prasetya • Minggu, 12 November 2023 | 13:00 WIB
KHUSYUK: Jemaah Salat Jumat Masjid Nurul Iman, Lingkungan Slagi, Pacitan, berdoa untuk rakyat Palestina agar mendapat kekuatan dan ketabahan menghadapi kebrutalan Israel. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
KHUSYUK: Jemaah Salat Jumat Masjid Nurul Iman, Lingkungan Slagi, Pacitan, berdoa untuk rakyat Palestina agar mendapat kekuatan dan ketabahan menghadapi kebrutalan Israel. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Solidaritas dan empati untuk rakyat Palestina korban kebrutalan zionis Israel datang dari seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali dari Pacitan.

Jemaah Salat Jumat di Masjid Nurul Iman, Lingkungan Slagi, Pacitan, secara khusus berdoa untuk mereka  agar diberikan kekuatan dan ketabahan.

Seperti hari Jumat biasanya, kemarin (10/11) masjid di ujung permukiman padat penduduk itu dipenuhi jemaah.

Tak hanya warga sekitar, umat Islam yang menunaikan Salat Jumat juga berasal dari perkantoran di sekitarnya.

Ruang masjid berukuran 8x10 meter itu pun dipenuhi jemaah. Bahkan, hingga meluber di serambi.

Sebelum Salat Jumat dimulai, Djaenal selaku imam menyampaikan pengumuman kepada jemaah.

"Nanti pada rekaat kedua, saat i'tidal mari kita baca qunut nazilah untuk mendoakan saudara-saudara  kita di Palestina,’’ pintanya.

Doa qunut nazilah dibacakan imam saat berdiri usai rukuk pada rekaat kedua. Selama doa dipanjatkan, seluruh jemaah menengadahkan tangan.

Menurut Djaenal, tradisi di masjidnya tersebut dilaksanakan sejak agresi Israel ke Gaza, Sabtu (7/10) bulan lalu.

"Ini sebagai bentuk belarasa atas tragedi kemanusiaan yang menewaskan ribuan warga Palestina,’’ tuturnya ditemui usai memimpin Salat Jumat.

Di dalam doa tersebut juga diselipkan permohonan agar Sang  Pencipta memberikan keteguhan dalam Islam, iksan, dan berjihad di jalan Allah.

"Tentu saja kita bisa ikut membantu meringankan beban saudara kita di sana (Palestina) dengan harta. Yang tidak kalah penting juga adalah urun doa,’’ ujarnya.

Di luar Salat Jumat, lanjut Djaenal, doa qunut nazilah juga dibacakan saat Salat Subuh dan Maghrib berjemaah.

Pada kedua waktu salat itu juga dilanjutkan taklim. Biasanya kegiatan diakhiri pembacaan Surat At-Tiin sebanyak 11 kali.

Ini sebagai wujud permohonan campur tangan Allah untuk perjuangan bangsa Palestina.

"Sesuai imbauan para ulama dunia, kami juga membaca Surat Al-Fiil sebanyak 11 kali selepas (Salat) Subuh dan Maghrib,’’ jelasnya. (hyo/sat)

 

Editor : Budhi Prasetya
#pacitan #gaza #rakyat palestina #doa qunut nazilah #israel