PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Lenggang-lenggok Jakarta bagai pinggul gadis remaja. Itu adalah penggalan lirik lagu rancak era 80-an yang pernah dipopulerkan Andi Meriem Matalatta.
Tembang ini biasa mengiringi atraksi air mancur menari di alun-alun Pacitan setiap malam Minggu.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Cicik Raudlotul Jannah, keberadaan air mancur tersebut mampu menambah daya tarik pengunjung.
Air mancur menari-nari plus pencahayaan ciamik yang diiringi musik dari pengeras suara menjadikan objek itu digandrungi warga.
‘’Air mancur ini untuk melengkapi keindahan alun-alun,’’ katanya kemarin (16/11).
Sayangnya, keindahan itu sementara tidak dapat dinikmati lagi secara maksimal. Sebab, beberapa nozzle (mesin penyemprot) rusak.
Apesnya, karena kerusakannya cukup rumit, perbaikan pun harus dilakukan rekanan berkualifikasi khusus.
‘’Saat ini sudah kami anggarkan untuk perbaikan, sudah kami identifikasi kerusakannya,’’ ujarnya.
Cicik menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki sarana hiburan gratis warga dan pengunjung alun-alun ini cukup besar.
Pemkab harus mengalokasikan anggaran Rp 120 juta untuk menggantikan peranti yang rusak. ‘’Akan kami perbaiki dan normalkan kembali tahun 2023 ini,’’ sambungnya.
Atraksi ini memang tidak dapat dinikmati setiap malam. Karena keterbatasan anggaran operasional. Sehingga, hanya dapat dinikmati setiap akhir pekan.
‘’Biaya operasionalnya sangat besar. Kami optimalkan anggaran namun tidak mengurangi fungsi alun-alun sebagai tempat bermain dan rekreasi,’’ tuturnya.
Keberadaan air mancur menari di alun-alun Pacitan ini bisa dibilang yang pertama di Madiun Raya.
Dibangun pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar. Dalam pengoperasiannya butuh daya listrik 23.000 Watt. Untuk atraksi selama 60 menit butuh daya listrik sekitar 10.000 Watt. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani