Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pacitan Dilanda 778 Bencana dalam Setahun, Sehari Dua Kejadian!

Mizan Ahsani • Minggu, 17 Desember 2023 | 01:00 WIB

 

BUTUH PENGEMBANGAN: Bukit Sentono Gentong, Dadapan, Pringkuku, Pacitan, salah satu objek wisata yang dikelola pemerintah desa. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
BUTUH PENGEMBANGAN: Bukit Sentono Gentong, Dadapan, Pringkuku, Pacitan, salah satu objek wisata yang dikelola pemerintah desa. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sepanjang tahun 2023 ini, wilayah Kabupaten Pacitan dilanda bencana alam 778 kali. Jika dirata-rata per hari minimal terjadi dua kali dalam sehari.

Didominasi tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa, tanah ambles dan pohon tumbang.

Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat terus berupaya menggencarkan mitigasi guna meminimalkan dampaknya.

Hasil rekap periode Januari hingga pertengahan Desember ini, terjadi 590 kali longsor, 79 kali angin kencang, 24 kali tanah ambles, 35 kali gempa, 10 kali banjir dan lima kali pohon tumbang.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono, data ini juga menjadi bahan evaluasi untuk menggalakkan mitigasi. Sehingga, potensi ke depan bisa ditekan.

‘’Ini menjadi bahan evaluasi kami dalam penanganan bencana tahun depan. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan,’’ katanya kemarin (15/12).

Dia menyebutkan, bencana alam tahun ini terjadi menyeluruh di semua wilayah 12 kecamatan.

Kasus tertinggi di Kecamatan Bandar dengan 133 kejadian, Tegalombo 119 dan Arjosari 109 kejadian. ‘’Sembilan kecamatan lainya di bawah 100 kali kejadian,’’ sambungnya.

Radite menambahkan, penanganan tanah longsor menjadi salah satu prioritas. Terkait bencana karhutla, pihaknya terus menekankan upaya mitigasi.

Sebab, kejadian ini sebagian besar dipicu ulah manusia. ‘’Juga kejadian gempa bumi yang harus kita waspadai,’’ ujarnya.

Upaya pencegahan juga dilakukan pada potensi banjir kota. Antara lain melalui normalisasi sungai.

Pengerukan sedimentasi saluran maupun sungai diharapkan mampu meminimalkan potensi luapan air saat terjadi hujan deras. ‘’Sudah ada upaya pengerukan sungai,’’ ungkapnya.

Dampan kejadian bencana tersebut, mengakibatkan 647 rumah rusak, 86 jalan ambrol, 13 talut, 7 sekolah dan gedung, 3 irigasi, 3 lahan pertanian, 3 jembatan dan 9 tempat ibadah, rusak.

BPBD juga mencatat 252 infrastruktur rusak ringan, 257 rusak sedang dan 76 rusak berat. ‘’Sementara 606 warga terdampak dan 142 terancam bencana,’’ jelasnya. (hyo/sat)

BENCANA ALAM JANUARI-DESEMBER

WILAYAH PALING SERING DILANDA

 

Editor : Mizan Ahsani
#bpbd #pacitan #karhutla #kebakaran #gempa #longsor #bencana #banjir