PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Sempat mandek akibat kontraktor pelaksana wanprestasi. Proyek pembangunan dua gedung rawat inap RSUD dr Darsono, Pacitan, akhirnya rampung.
Proyek RSUD dr Darsono Pacitan yang menelan anggaran Rp 22 miliar itu tuntas akhir 2023 lalu.
‘’Alhamdulillah, sudah P-1, sudah selesai,’’ kata Johan Tri Putranto, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek ini, Rabu (3/1).
Hanya, dua gedung yang diberi nama Flamboyan dan Bougenville ini belum dapat difungsikan dalam waktu dekat. Pasalnya, sejumlah fasilitas belum mumpuni dan baru akan diisi.
Antara lain kecukupan tenaga listrik yang akan ditingkatkan menjadi 160 KWa. ‘’Setelah Lebaran nanti baru bisa difungsikan,’’ sambungnya.
Rencananya, Gedung 5 (Flamboyan) untuk pelayanan stroke, syaraf, NICU (neonatal intensive care unit) dan ruang intensif khusus anak-anak.
Sementara Gedung 6 (Bougenvile) untuk ruang obstetri dan ginokology (obgy) serta ruang penyakit dalam, anak-anak, dan ibu melahirkan.
‘’Kami akan punya layanan baru, di Gedung 5 nanti ada ICU khusus anak-anak dan layanan unggulan terpadu,’’ sebutnya.
Seharusnya paket pembangunan dua gedung yang dibiayai dari anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 itu dapat difungsikan awal 2023 lalu.
Namun di tengah pekerjaan sempat mandek, gegaranya pihak rekanan pelaksana proyek wanprestasi.
Kontraktor gagal menyelesaikan pembangunan hingga batas akhir waktu kontrak pada 1 Desember 2022.
Kuasa pengguna anggaran (KPA) sempat memberi kesempatan rekanan asal Semarang itu untuk merampungkan hingga 20 Desember 2022.
Tapi, progresnya tetap minus. Akhirnya diputus kontrak dan dilanjutkan Juli 2023 dengan kontraktor berbeda. (hyo/sat)
GEDUNG BARU ITU
- Gedung 5 (Flamboyan) untuk pelayanan stroke, syaraf, NICU (neonatal intensive care unit) dan ruang intensif khusus anak-anak.
- Gedung 6 (Bougenvile) untuk ruang obstetri dan ginokology (obgy) serta ruang penyakit dalam, anak-anak, dan ibu melahirkan.
Editor : Mizan Ahsani