PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Sedikitnya 30 tenaga honorer prioritas ketiga (P-3) “sowan” Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di pendapa pemkab setempat kemarin (10/1).
Mereka ngudarasa minta diakomodasi dan diprioritaskan dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK 2024 ini.
Puluhan tenaga honorer yang tergabung dalam Persatuan Tenaga Non-ASN (PTNA) itu juga minta kejelasan nasib guru P-3 yang memenuhi nilai ambang batas namun belum lolos seleksi PPPK November 2023 lalu.
Mereka tersisih karena keterbatasan kuota formasi. Pun, minta formasi PPPK dibuka sebanyak-banyaknya.
Tidak itu saja, mereka juga minta tenaga honorer non-ASN yang berstatus P (prioritas) diselesaikan lebih hulu.
‘’Kami sudah berproses dari P-1, P-2, P-3 dan sekarang P. Kami yang tersisa. Kami mohon dikunci untuk ke depan. Sehingga kami bisa terselesaikan,’’ kata Budi Dwi Pratomo, perwakilan PTNA.
Menyikapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho berjanji akan berupaya memperjuangkan aspirasi mereka.
Apalagi tahun ini akan ada perekrutan tenaga PPPK lagi. ‘’Nanti akan kami atur supaya semua bisa terakomodasi,’’ janji Heruwi, sapaan Sekda.
Menurut dia, pemkab masih menunggu rumusan dari pemerintah pusat. Persoalan ini, lanjut dia, juga harus dilihat secara proporsional. Baik kemampuan anggaran daerah maupun regulasinya.
‘’Berapa pun sebenarnya saya tidak masalah selama tidak melanggar regulasi dan saya pasti akan memperjuangkan masyarakat Pacitan,’’ tegas Bupati Indrata Nur Bayuaji. (hyo/sat)
Keluhan Honorer P-3
- Minta diakomodasi dan diprioritaskan dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024
- Minta kejelasan nasib guru P-3 yang memenuhi nilai ambang batas namun belum lolos seleksi PPPK November 2023 lalu.
- Minta rekrutmen formasi PPPK dibuka sebanyak-banyaknya
- Minta tenaga honorer non-ASN berstatus P (prioritas) diselesaikan lebih hulu