PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya masyarakat, kalangan DPRD Pacitan pun mempertanyakan kualitas pembangunan talut Jalan Bangunsari-Ngadirejan.
Itu lantaran terjadi sejumlah kerusakan akibat sekali diguyur hujan deras. Padahal, pekerjaan proyek tersebut baru rampung dua bulan lalu (akhir 2023).
Kerusakan trase senilai Rp 4,5 miliar itu mendapat sorotan komisi IV yang merupakan mitra dinas pekerjaan umum dan penataan ruamg (DPUPR).
‘’Segera memanggil dinas terkait untuk klarifikasi. Kerusakan ini karena faktor alam atau struktur bangunan,’’ kata Ketua Komisi IV DPRD Pacitan Pujo Setyo Hadi, Jumat (26/1).
Pujo berharap proyek yang didanai pemerintah dikerjakan sebaik mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Pun, kualitas bangunan juga perlu diperhatikan.
‘’Saya berharap dinas teknis agar segera bergerak cepat, renovasinya diselesaikan, juga perencanaannya harus matang,’’ pintanya.
Terpisah, Kabid Bina Marga DPUPR Imam Syafid menuturkan, kerusakan akan diperbaiki pihak kontraktor. Sebab, proyek ini masih dalam masa pemeliharaan.
Artinya, jika terjadi kerusakan masih menjadi tanggung jawab rekanan pelaksana proyek. ‘’Sudah dikerjakan perbaikan dinding penahan,’’ sebutnya.
Diketahui, dasyarakat yang melintasi Jalan Pacitan-Solo, tepatnya di ruas Dusun Mloko, Sedeng, Pacitan, harus berhati-hati.
Pasalnya, trase jalan yang selesai dibangun akhir tahun lalu di titik tersebut ambles. Pun, kondisinya semakin parah.
Kerusakan tersebut bermula saat hujan lebat Sabtu (20/1) lalu. Air yang meresap ke bahu jalan membuat turap beton sepanjang 25 meter terdorong sejauh 20 sentimeter.
Kerusakan jalan baru tersebut juga mengancam masjid dan tiga unit rumah warga tak jauh dari trase yang dikerjakan CV Legowo tersebut. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani