PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Beragam cara dilakukan para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS dalam Pemilu 2024.
Golnya meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satu cara yang dilakukan sejumlah KPPS adalah dengan membuat TPS berkonsep unik. Serba serbi pemilu ini juga dapat dijumpai di Pacitan.
TPS 005, Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Pacitan, misalnya. TPS di komplek Sanggar Seni Song Meri ini didesain dengan konsep vintage.
Sehingga, warga bak dibawa kembali ke masa lalu saat masuk ke TPS berupa saung berbahan bambu tersebut. TPS berkonsep ini juga diklaim lebih ramah lingkungan.
TPS seluas 10x12 meter ini juga dihiasi beragam ornamen jadul. Seperti kendi dari tanah liat, meja dan kursi kayu, serta anyaman bambu yang menambah suasana masa lalu.
‘’Supaya masyarakat lebih antusias datang ke TPS,’’ kata Mutakin, anggota KPPS setempat kemarin (14/2).
Tempat ini memang sanggar seni yang masih menjadi lokasi penyelenggaraan ritual besar seperti srawung layangan.
Yakni, ritual memanggil angin diiringi gamelan tradisional untuk menerbangkan layang-layang.
‘’Namun pada momen pemilu kali ini untuk melayani 240 warga yang masuk DPT (daftar pemilih tetap),’’ ujarnya.
Tempat ini juga sebagai venue ritual thethek melek. Yakni, wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang berlimpah.
Selain itu ada juga pasar krempyeng yang menjual aneka makanan dan minuman tradisional.
Pada momen tertentu, pengunjung dapat menikmati syahdunya alunan live music keroncong di sini. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani