PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Sebelas hari berlalu, aksi perampokan toko emas di Desa Belah, Donorojo, Pacitan, belum juga terungkap.
Kendati pelaku kasus perampokan di waktu Jumatan ini belum tertangkap, namun polisi mulai menemukan titik terang.
Itu setelah aparat Polres Pacitan mengklaim mengantongi ciri-ciri kawanan perampok yang diduga bersenjata api (senpi) itu.
Menurut Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pengejaran.
Pun, mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB).
‘’Sudah mulai ada titik terang. Karena kemarin sempat terhambat masa pemilu, setelah ini mudah-mudahan bisa terungkap,’’ katanya, Rabu (21/2).
Sejumlah barang bukti telah diamankan. Di antaranya satu butir peluru yang diduga terjatuh di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, polisi juga menemukan kotak perhiasan di sekitar sungai desa setempat yang sempat dibawa kabur para pelaku.
‘’Tentu ini akan menjadi petunjuk dalam mengungkap kasus perampokan tersebut,’’ sambungnya.
Meski begitu, polisi sempat kesulitan mengidentifikasi para pelaku.
Sebab, di area tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada kamera pengintai (CCTV).
‘’Kami sayangkan, karena kejadiannya pas Salat Jumat. Andai pemilik toko memasang CCTV, kasus ini bisa lebih cepat terungkap. Ini harus menjadi perhatian semua masyarakat,’’ ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, salah satu toko emas di Desa Belah, Donorojo, Pacitan disatroni kawanan perampok bersenpi di siang bolong.
Para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang menggasak perhiasan emas sekitar 25 gram.
Diperkirakan perhiasan yang digondol itu bernilai total puluhan juta rupiah. ‘’Insya Allah dalam dua minggu ke depan bisa terungkap,’’ harapnya. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani