Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dampak yang Dirasakan Warga Pacitan Jika Tol Jogjakarta-Lumajang Terealisasi di 2035-2039

Mizan Ahsani • Kamis, 22 Februari 2024 | 22:45 WIB
Kendaraan yang melaju di atas kecepatan 120 km/jam di jalan tol bakal dikenal e-tilang per 1 April 2022. (R BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
Kendaraan yang melaju di atas kecepatan 120 km/jam di jalan tol bakal dikenal e-tilang per 1 April 2022. (R BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Rencana pembangunan jalan tol ruas Jogjakarat-Lumajang via Pacitan sudah ditetapkan Kementerian PUPR.

Rencana tersebut masuk dalam Keputusan Menteri PUPR tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020-2040.

Membentang sejauh 53 kilometer di Pacitan, tol ini melintasi delapan kecamatan di daerah setempat. Ketika terbangun, kelak akan ada sejumlah dampak yang dirasakan warga.

Ini berkaca dari sederet proyek pembangunan jalan tol di berbagai daerah.

Pacitan Semakin Ramai

Pacitan punya banyak destinasi wisata. Tapi jarak menuju Pacitan relatif jauh dari berbagai kota besar seperti Surabaya atau Solo dan Jogjakarta.

Pun, hanya bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi, rental, bus, atau travel.

Jarak menuju objek wisata juga tak semuanya dekat.

Itu bisa jadi salah satu faktor penurunan angka kunjungan wisata di Pacitan tahun lalu.

Dinas pariwisata, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga (disparbudpora) setempat mencatat ada penurunan angka kunjungan wisata ke Pacitan sebesar 20 persen.

Sepanjang 2023 lalu, 1,2 juta wisawatan pelesiran di Pacitan. Padahal pada 2022 lalu, Pacitan dikunjungi 1,5 juta wisatawan.

Dengan adanya tol, akses menjadi lebih cepat dan mudah. Terutama dari kota-kota besar di Jawa.

Mengurangi Biaya Logistik Perdagangan

Tanpa kita sadari, harga BBM dan biaya pengiriman menjadi salah satu penyebab mahalnya suatu barang.

Semakin jauh dan sulit aksesnya, maka biaya suatu barang bisa lebih mahal.

Nah, tol dibangun untuk memangkas jarak dan waktu tempuh tersebut.

Di sisi lain, produk-produk lokal juga akan lebih mudah menjangkau pembelinya. Sehingga dalam hal ini, pelaku UMKM Pacitan juga akan ikut diuntungkan.

Salah satu dampak yang akan dirasakan adalah kenaikan harga tanah. Terutama wilayah-wilayah yang akan dilintasi oleh jalan tol.

Menurut data DPUPR Pacitan, pembangunan tol Jogjakarta-Lumajang melintasi delapan kecamatan.

Yakni Donorojo, Punung, Pringkuku, Pacitan, Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo dan Sudimoro. Besar kemungkinan harga tanah di delapan kecamatan itu akan naik.

Sebagai gambaran, harga tanah di pelosok mungkin masih di bawah Rp 1 juta per meter persegi. Namun di kawasan wisata, bisa mencapai 2-3 jutaan per meter persegi.

Dengan adanya jalan tol, harga tanah bisa melonjak sampai dua kali lipat karena berbagai faktor.

Selain karena peluang ekonomi yang lebih besar, lonjakan harga tanah juga bisa dipengaruhi oleh aksi 'goreng-menggoreng' dari para makelar tanah. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #tol #dampak #pembangunan #jogjakarta #lumajang